Tools AI

Figma Agent AI Rilis Fitur Baru: Bikin Desain dan Kode Makin Nurut

Figma meluncurkan Figma Specs dan membuka Code Layers ke public beta. Sekarang agent AI bisa bikin desain dan kode yang makin patuh aturan brand kamu.

Tim Redaksi Classai

· 5 menit baca

Tampilan fitur baru Figma Specs dan Code Layers untuk mengatur kerja agent AI di canvas
Gambar: TechCrunch

Inti singkat

  • Figma Specs hadir sebagai editor Markdown buat mendikte aturan desain ke agent AI.
  • Fitur Figma Code Layers resmi masuk tahap public beta buat bikin prototipe interaktif.
  • Figma mendukung lebih dari 20 tool MCP baru seperti Grok Bot, Dia, dan Sarvam.
  • Payload CMS kini terhubung langsung dengan Figma Make buat bikin website dinamis.
Daftar isi6 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06

Figma resmi merilis fitur baru bernama Figma Specs dan membuka Code Layers ke public beta biar figma agent ai bekerja sesuai panduan tim. Langkah ini diambil buat mengatasi sifat kecerdasan buatan yang sering kali susah ditebak hasilnya, jadi karya visual maupun kode yang keluar tetap konsisten.

Kabar hangat ini diumumkan langsung dalam ajang Config perdana Figma di India, seperti dilaporkan oleh TechCrunch. Seminggu sebelum acara ini, Figma sebenarnya udah mulai memperluas akses agent di canvas ke lebih banyak pengguna. Nah, update kali ini fokus ngasih alat kendali yang lebih mantap buat desainer dan developer supaya kreasi AI nggak lari ke mana-mana.

Panduan gratis · gratis

30 Prompt AI untuk Kerja (Bahasa Indonesia)

Prompt siap salin untuk email, rapat, laporan, riset, konten, dan belajar — semuanya memakai Rumus PAKET.

  • 30 prompt siap salin untuk 6 jenis pekerjaan
  • Rumus PAKET: Peran, Audiens, Konteks, Ekspektasi, Tampilan
  • Cara memperbaiki jawaban AI yang kurang pas
  • Daftar data yang tidak boleh masuk ke AI

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Kenapa Figma Butuh Aturan Khusus Buat Agent AI?

Pakai kecerdasan buatan generatif di atas kanvas desain emang seru, tapi ada satu masalah klasik: sifatnya yang nggak tertebak. Kadang AI ngasih ide brilian, tapi di kesempatan lain warna tombol melenceng, ukuran tipografi nggak nyambung, atau komponen yang dipasang malah nabrak sistem desain yang udah ada.

Figma sadar betul soal problem ini. Mereka nggak mau asisten otomatis justru nambah beban kerja tim yang harus berulang kali merapikan hasil render yang ngawur. Makanya, Figma nyediain sarana baru biar output dari agent internal mereka maupun agent pihak ketiga jadi jauh lebih bisa diprediksi dan nurut sama aturan brand.

Langkah ini sejalan sama tren agent otonom yang makin meluas di berbagai platform kerja kreatif, mirip dengan pembahasan di artikel Grok 4.7 di Amazon Bedrock.

Mengenal Figma Specs: Editor Markdown Penjaga Desain

Fitur andalan pertama yang diperkenalkan adalah Figma Specs. Fitur figma ai ini merupakan editor berbasis Markdown yang dirancang buat membantu tim mendefinisikan bahasa desain mereka dengan cara yang simpel dan terstruktur.

Dokumen Specs ini fleksibel banget pas dipakai. Kamu bisa menjadikannya file terpisah yang berdiri sendiri, atau menaruhnya langsung berdampingan di dalam canvas kerja kamu. Nggak cuma nampung teks biasa, di editor ini kamu juga bisa menyematkan berbagai konteks pendukung lainnya:

  • Referensi langsung ke elemen yang ada di canvas.
  • Diagram FigJam buat memetakan alur logika.
  • Lapisan kode lewat fitur code layers.
  • Aset visual dan komponen dari desain yang sudah jadi.

Dengan adanya Specs, tim bisa menyatukan library desain, library kode, sampai pedoman sistem desain dalam satu wadah terpusat. Ketika ai agent figma diperintahkan bikin tampilan baru, agent bakal membaca dokumen ini dulu sebagai acuan utama, sehingga elemen yang dibuat nggak keluar jalur.

Figma Code Layers Masuk Public Beta: Bikin Prototipe Lebih Hidup

Kabar menarik berikutnya datang dari fitur figma code layers. Kalau kamu ingat, Figma pertama kali mengumumkan fitur ini dalam status private beta pada Juni lalu. Nah, di Config India kali ini, fitur tersebut resmi dibuka ke tahap figma beta publik biar makin banyak orang bisa nyobain langsung.

Fitur ini nyuntikkan baris kode langsung ke dalam layer desain di atas canvas, bikin prototipe yang tadinya statis jadi jauh lebih interaktif kayak aplikasi beneran. Hebatnya, kamu bisa minta agent AI buat menyulap tampilan desain jadi kode, atau minta AI mengubah bagian kode tertentu pas lagi menguji alur prototipe.

Chief Design Officer Figma, Loredana Crisan, ngasih sudut pandang menarik soal fenomena ngoding di era AI. Seperti kata Loredana Crisan kepada TechCrunch, "Banyak dari kode itu sebenarnya bukan dibangun untuk dirilis, tapi dibuat untuk menemukan bentuk produknya. Dibangun untuk mendesain."

Menurut Figma, jumlah baris kode yang diproduksi saat ini melonjak 17 kali lipat dibanding masa lalu. Tapi kalau dilihat dari jumlah peluncuran aplikasi ke publik, kenaikannya cuma 1,3 kali lipat. Fakta ini membuktikan bahwa tim produk zaman sekarang banyak memanfaatkan kode cuma buat bereksperimen dan mematangkan konsep antarmuka sebelum versi akhir dilempar ke pengguna.

Integrasi 20 Tool MCP Baru dan Payload CMS di Figma Make

Figma juga makin terbuka ke ekosistem luar dengan mendukung lebih dari 20 tool baru lewat protokol MCP (Model Context Protocol). Nama-nama yang masuk dalam daftar ini mencakup Open Code, Dia, Grok Bot, hingga startup AI asal India bernama Sarvam.

Nggak kalah penting, ada update dari Payload, platform headless CMS open source yang diakuisisi Figma tahun lalu. Sekarang Payload resmi diintegrasikan ke dalam produk Figma Make. Kolaborasi ini memudahkan pengguna membangun website dinamis sekaligus mengelola kontennya langsung dari lingkungan kerja Figma tanpa alur kerja yang ribet.

Figma menyebut unduhan Payload sendiri udah melesat enam kali lipat dalam 12 bulan terakhir. Ekspansi fitur ini bertepatan dengan menguatnya pasar Figma di India. Negara tersebut kini jadi pasar pengguna terbesar Figma di luar Amerika Serikat, dengan catatan 40% dari 100 perusahaan teratas di Bursa Efek Bombay aktif memakai Figma dalam alur kerja produk mereka.

4 Langkah Memanfaatkan Figma Agent AI di Tim Kamu

Biar kolaborasi kamu bareng figma agent ai makin mulus dan minim revisi, kamu bisa ikuti langkah praktis berikut ini:

  1. Susun aturan di Figma Specs: Buka Specs di dekat canvas, lalu tulis aturan warna, font, dan penamaan tombol memakai format Markdown yang rapi.
  2. Tautkan aset penting: Hubungkan library komponen UI dan diagram FigJam ke dalam dokumen Specs biar agent memahami konteks produk kamu secara utuh.
  3. Beri instruksi ke agent canvas: Minta agent AI menyusun halaman atau kartu informasi baru sambil merujuk dokumen Specs yang sudah dibuat.
  4. Gunakan Code Layers buat interaksi: Ubah desain statis jadi prototipe fungsional lewat Code Layers, lalu minta agent memodifikasi perilakunya sesuai kebutuhan testing.
Prompt siap pakai
Buatkan komponen formulir pendaftaran baru dengan merujuk pada gaya tombol dan palet warna yang tercatat di Figma Specs. Pastikan susunan responsif dan sertakan status error.

Dampak Nyata buat Desainer dan Developer di Indonesia

Buat ekosistem digital di Indonesia, fitur baru ini jadi kabar segar buat memangkas drama serah terima antara UI/UX designer dan frontend developer. Selama ini, desainer agensi maupun startup lokal sering mengeluh tampilan aplikasi hasil kodingan nggak mirip sama rancangan awal. Sebaliknya, developer sering bingung karena prototipe yang dibikin terlalu rumit buat diimplementasikan ke kode nyata.

Dengan hadirnya Code Layers yang kini berstatus publik beta dan dokumen Specs penjaga aturan, jembatan antara desain dan rekayasa perangkat lunak jadi makin rapat. Desainer bisa langsung menguji prototipe interaktif berbasis kode, sementara developer bisa tenang karena agent AI bekerja berdasarkan acuan komponen yang jelas.

Meski teknologi pembantu makin canggih, pemahaman konsep antarmuka pengguna tetap jadi penentu kualitas akhir produk. Kamu tetap butuh kepekaan rasa dan logika produk yang matang biar bisa mengarahkan asisten cerdas ini dengan tepat.

Kalau kamu tertarik mengasah keahlian merancang visual digital yang terstruktur dan relevan buat industri saat ini, kamu bisa mendalaminya lewat kelas AI untuk Designer di Classai.

Sumber & referensi

  1. 01

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu Figma Specs?

Figma Specs adalah editor Markdown baru di Figma untuk menulis aturan sistem desain dan brand. Dokumen ini menjadi pedoman utama bagi tim maupun agent AI agar hasil rancangan tetap konsisten.

Kapan fitur Figma Code Layers bisa dicoba?

Fitur Figma Code Layers sudah tersedia dalam status public beta di kanvas Figma. Pengguna kini bisa langsung mengujinya untuk menyisipkan kode ke elemen desain dan membuat prototipe interaktif.

Apakah Figma agent AI bisa mengubah desain jadi kode?

Bisa. Lewat fitur Code Layers, kamu bisa meminta agent AI mengubah elemen desain menjadi kode fungsional atau mengedit bagian kode tertentu saat melakukan iterasi prototipe.

Apa peran integrasi Payload CMS di Figma Make?

Integrasi ini memungkinkan kamu membuat website dinamis dan mengelola kontennya langsung dari Figma. Kamu tidak perlu repot membangun sistem backend terpisah untuk kebutuhan manajemen konten.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Belajar langsung dengan studi kasus pekerjaanmu — dipandu langkah demi langkah, dalam bahasa Indonesia.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Classai

Editor panduan AI untuk kerja

Tim Redaksi Classai menulis panduan memakai AI untuk pekerjaan sehari-hari profesional Indonesia. Setiap prompt dan langkah di artikel kami dicoba langsung di tools aslinya sebelum terbit, lalu diperbarui saat tools berubah.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Tools AI