Developer

SageMaker HyperPod Multi-Team: Trik Berbagi GPU Cluster

Punya cluster GPU mahal tapi rebutan antar-tim? Simak cara mengatur arsitektur multi-team di Amazon SageMaker HyperPod biar pemakaian adil dan aman.

Tim Engineering Classai

· 9 menit baca

Arsitektur berbagi cluster GPU multi-team di Amazon SageMaker HyperPod dengan Kubernetes EKS
Gambar: AWS

Inti singkat

  • Arsitektur multi-team Amazon SageMaker HyperPod memungkinkan banyak tim berbagi satu cluster GPU EKS secara adil dan terisolasi.
  • AWS IAM Identity Center terhubung dengan IdP eksternal seperti Microsoft Entra ID untuk mengelola akses SSO dan izin tim otomatis.
  • Isolasi beban kerja diatur lewat namespace Kubernetes dan EKS access entries, sementara NetworkPolicy membatasi lalu lintas jaringan pod.
  • HyperPod Task Governance mengatur kuota komputasi dan prioritas penjadwalan agar tidak ada tim yang memonopoli GPU cluster.
Daftar isi9 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06
  7. 07
  8. 08
  9. 09

Amazon Web Services membagikan arsitektur acuan SageMaker HyperPod multi-team berbasis Amazon EKS agar banyak tim bisa berbagi cluster GPU mahal secara terisolasi dan adil. Lewat integrasi IAM Identity Center, namespace Kubernetes, dan Task Governance, kamu bisa mencegah rebutan komputasi sekaligus melacak pengeluaran per tim dengan rapi.

Di banyak perusahaan, urusan komputasi AI generatif sering bikin pusing tim infrastruktur. Tim data science lagi asyik nge-train model bahasa besar, tim computer vision butuh GPU buat inferensi, sementara tim riset sibuk uji coba arsitektur baru. Kalau masing-masing dibikinkan cluster sendiri, biayanya pasti langsung boncos. Tapi kalau digabung tanpa aturan, siap-siap aja ada tim yang boros komputasi dan bikin kerjaan tim lain macet.

Untuk mengatasi masalah itu, AWS merilis panduan arsitektur acuan resmi lewat artikel yang ditulis oleh Giuseppe Angelo Porcelli di blog AWS Machine Learning. Solusi ini memanfaatkan Amazon SageMaker HyperPod yang diorkestrasi oleh Amazon EKS. Buat kamu yang sebelumnya sempat membaca ulasan kami soal optimasi komputasi di /developer/sagemaker-ai-inference-agent-optimasi-gpu, arsitektur berbagi ini bakal melengkapi kebutuhan operasional AI tim kamu dari hulu ke hilir.

Yuk, kita bedah arsitektur dan langkah-langkah praktisnya bareng-bareng!

Panduan gratis · gratis

Panduan Cepat API AI untuk Developer

Dari request pertama sampai siap produksi: contoh kode, streaming, kontrol biaya, keamanan API key, dan penanganan error.

  • Contoh request dengan cURL, Python, dan JavaScript
  • Streaming dan format OpenAI vs Anthropic
  • Cara mengontrol biaya token
  • Checklist keamanan dan siap produksi

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Bagaimana Arsitektur Multi-Team SageMaker HyperPod Bekerja?

Prinsip kerja arsitektur ini menghubungkan alur identitas pengguna dari ujung kiri ke eksekusi beban kerja di sisi kanan cluster. Pengguna dari tiap tim—misalnya Tim A dan Tim B—bisa masuk lewat dua jalur: terminal CLI via aws sso login atau browser web menuju portal SageMaker Studio.

Layered multi-tenant HyperPod EKS architecture from user identity through authorization to isolated team namespaces
Diagram arsitektur multi-tenant SageMaker HyperPod EKS berlapis, mulai dari identitas pengguna hingga namespace tim yang terisolasi. · Gambar: AWS

Kedua jalur ini diautentikasi terpusat lewat AWS IAM Identity Center yang terhubung dengan penyedia identitas kantor. Setelah lolos autentikasi, pengguna diarahkan ke SageMaker AI domain milik tim mereka masing-masing. Di level cluster EKS, pemetaan hak akses memastikan perintah dari GUI maupun CLI cuma bisa menyentuh namespace Kubernetes tim yang bersangkutan.

Di lapisan atas cluster, HyperPod Observability dan HyperPod Task Governance bertugas memantau metrik serta membagi kuota GPU secara adil. Di bawahnya, beban kerja seperti HyperPod Spaces, job pelatihan PyTorch, dan endpoint inferensi berjalan terpisah di namespace masing-masing.

Mengatur Autentikasi Terpusat Lewat AWS IAM Identity Center

Fondasi utama dari sistem multi-tenant adalah memastikan siapa yang masuk sebelum mereka menyentuh server komputasi. AWS IAM Identity Center menjadi pusat kontrol identitas karyawan di seluruh akun dan aplikasi AWS.

Dalam panduan arsitektur ini, Microsoft Entra ID (dulu Azure AD) dipakai sebagai penyedia identitas eksternal berbasis SAML 2.0. Kamu cukup membuat grup organisasi seperti TeamA, TeamB, dan Admin di dalam Entra ID.

Microsoft Entra ID console showing dedicated groups for TeamA, TeamB, and Admin
Tampilan konsol Microsoft Entra ID yang memperlihatkan pembagian grup pengguna untuk TeamA, TeamB, dan Admin. · Gambar: AWS

Sinkronisasi pengguna berjalan otomatis menggunakan protokol SCIM (System for Cross-domain Identity Management). Jadi, kalau ada engineer baru masuk ke grup TeamA di Entra ID, akunnya langsung tersinkronisasi ke IAM Identity Center tanpa perlu dibikinkan kredensial manual.

AWS IAM Identity Center console showing TeamA, TeamB, and Admin groups provisioned from Entra ID
Grup pengguna di AWS IAM Identity Center yang terbuat otomatis dari Entra ID lewat sinkronisasi SCIM. · Gambar: AWS

Keuntungan lainnya, IAM Identity Center ini juga jadi syarat utama kalau tim kamu mau mengaktifkan Amazon Managed Grafana buat memantau dashboard cluster.

Otorisasi Berlapis: IAM Role dan Akses CLI

Setelah urusan login beres, tahap berikutnya adalah otorisasi. Di arsitektur ini, kontrol akses dibagi dua: level layanan AWS lewat IAM, dan level cluster lewat Kubernetes RBAC.

Setiap tim punya IAM role tersendiri yang bertindak sebagai execution role domain SageMaker AI. Role ini membatasi akses ke bucket Amazon S3 (hanya prefix tim mereka), log Amazon CloudWatch, serta izin eks:AccessKubernetesApi dan eks:MutateViaKubernetesApi agar GUI SageMaker Studio bisa memanggil API Kubernetes.

AWS IAM Identity Center console showing per-team permission sets for CLI access
Konsol AWS IAM Identity Center menampilkan konfigurasi permission sets per tim untuk alur kerja terminal CLI. · Gambar: AWS

Untuk anggota tim yang lebih suka kerja lewat terminal, administrator menyiapkan permission set terpisah di Identity Center. Konfigurasi CLI diatur lewat berkas ~/.aws/config seperti ini:

text
[sso-session my-sso]
sso_start_url = https://d-xxxxxxxxxx.awsapps.com/start
sso_region = us-west-2
sso_registration_scopes = sso:account:access

[default]
sso_session = my-sso
sso_account_id = 123456789012
sso_role_name = OpsAdmin
region = us-west-2

[profile team-a]
sso_session = my-sso
sso_account_id = 123456789012
sso_role_name = TeamA-permission-set
region = us-west-2

[profile team-b]
sso_session = my-sso
sso_account_id = 123456789012
sso_role_name = TeamB-permission-set
region = us-west-2

Developer tinggal menjalankan perintah aws sso login --profile team-a buat menarik kredensial sementara saat mau mengontrol cluster pakai kubectl.

Membatasi Lingkungan Kerja dengan SageMaker AI Domains

Membuat satu SageMaker AI domain terpisah untuk setiap tim adalah pola standar yang sangat direkomendasikan AWS. Tiap domain mengusung konfigurasi peran eksekusinya sendiri dan langsung terikat ke grup Identity Center tim terkait.

SageMaker console listing TeamA-domain and TeamB-domain
Daftar domain per tim (TeamA-domain dan TeamB-domain) di dalam konsol layanan Amazon SageMaker. · Gambar: AWS

Administrator juga bisa menyesuaikan menu navigasi di dalam domain. Menu-menu yang nggak ada kaitannya dengan HyperPod bisa disembunyikan biar tampilan Studio tetap simpel dan nggak bikin bingung anggota tim.

TeamA-domain details page showing assigned Identity Center groups
Halaman detail TeamA-domain yang memperlihatkan pemetaan grup AWS IAM Identity Center yang diizinkan masuk. · Gambar: AWS

Isolasi Beban Kerja di HyperPod Kubernetes EKS

Di tingkat cluster fisik, beban kerja dipisahkan menggunakan namespace Kubernetes, misalnya hyperpod-ns-team-a dan hyperpod-ns-team-b. Namespace ini bisa dibuat manual via kubectl atau di-provision otomatis oleh HyperPod Task Governance.

Cluster namespaces managed by HyperPod Task Governance, one dedicated to each team
Tampilan namespace Kubernetes di cluster yang dikelola oleh HyperPod Task Governance untuk memisahkan beban kerja tiap tim. · Gambar: AWS

Isolasi Jaringan Pakai NetworkPolicy

Secara default, jaringan Kubernetes itu datar: pod di satu namespace bisa nge-ping pod di namespace lain. Supaya lalu lintas jaringan terkunci di dalam tim, kamu perlu memasang Kubernetes NetworkPolicy dengan aturan default-deny:

yaml
# 1. Tolak semua lalu lintas ingress di namespace tim
apiVersion: networking.k8s.io/v1
kind: NetworkPolicy
metadata:
  name: default-deny-ingress
  namespace: hyperpod-ns-team-a
spec:
  podSelector: {}
  policyTypes:
    - Ingress
---
# 2. Izinkan ingress hanya dari pod di namespace yang sama
apiVersion: networking.k8s.io/v1
kind: NetworkPolicy
metadata:
  name: allow-same-namespace
  namespace: hyperpod-ns-team-a
spec:
  podSelector: {}
  policyTypes:
    - Ingress
  ingress:
    - from:
        - podSelector: {}

Aturan ini mewajibkan CNI cluster kamu mendukung penegakan kebijakan, seperti Amazon VPC CNI dengan fitur network policy aktif.

EKS Access Entries

Untuk menjembatani IAM role AWS dengan RBAC Kubernetes, kamu memakai EKS access entries. Tiap tim butuh dua entri: satu untuk Studio execution role, dan satu lagi untuk CLI role bawaan SSO.

EKS access entry for Team B’s role scoped to the hyperpod-ns-team-b namespace
Konfigurasi EKS access entry untuk role Team B yang cakupannya dikunci khusus ke namespace hyperpod-ns-team-b. · Gambar: AWS

Kedua entri ini dibatasi cakupannya hanya ke namespace tim. Kalau ada developer dari Tim A iseng mengutak-atik resource di namespace Tim B, Kubernetes bakal langsung menolak dengan pesan Forbidden.

Manajemen Kuota HyperPod Task Governance

Masalah paling umum saat berbagi cluster GPU adalah rebutan kapasitas saat jam sibuk. Fitur HyperPod Task Governance hadir untuk membereskan masalah ini secara sistematis.

HyperPod Task Governance compute allocations assigning each team a quota
Alokasi komputasi HyperPod Task Governance yang membagi kuota GPU dan CPU untuk tiap namespace tim secara transparan. · Gambar: AWS

Ada tiga fungsi utama Task Governance yang bikin operasional tenang:

  1. Compute quotas: Membatasi kuota maksimal GPU dan CPU per tim agar nggak ada yang memonopoli sumber daya.
  2. Prioritas: Menentukan beban kerja mana yang harus didahulukan. Misalnya, endpoint inferensi produksi bisa menyela (preempt) job pelatihan eksperimen jika kapasitas penuh.
  3. Fair scheduling: Menghindari sistem siapa cepat dia dapat dengan pembagian antrean yang adil berdasarkan kebijakan yang sudah disetel.

Strategi Penyimpanan: FSx Lustre dan S3

Pelatihan model AI butuh throughput penyimpanan yang luar biasa kencang. Dalam arsitektur ini, penyimpanan dibagi dua kategori:

Jenis PenyimpananRekomendasi LayananSkenario PenggunaanModel Isolasi
File System POSIXAmazon FSx for Lustre / OpenZFS / EFSDataset pelatihan terdistribusi & checkpoint modelDirektori bersama tim (/fsx/TeamA) & home folder per pengguna (/home/User1)
Object StorageAmazon S3Simpanan artefak model, log, & raw datasetIAM Execution Role & EKS Pod Identity / IRSA

Untuk file system POSIX, hak akses dikunci memakai UID dan GID Linux. AWS menyarankan pemasangan Kubernetes mutating admission webhook. Webhook ini bertugas mencocokkan identitas pengguna pemanggil dari STS session name, mengambil data UID/GID dari tabel pemetaan (seperti DynamoDB), lalu menempelkannya ke spec.securityContext pod yang dijalankan:

python
# Contoh logika mutating admission webhook sederhana
def build_security_context_patch(pod, posix):
    return [{
        "op": "add",
        "path": "/spec/securityContext",
        "value": {
            "runAsUser": posix["uid"],
            "runAsGroup": posix["gid"],
            "fsGroup": posix["gid"],
            "supplementalGroups": posix["supplementalGroups"],
        },
    }]

Pengalaman Kerja Tim: Studio, Spaces, dan Visibilitas Biaya

Ketika semua komponen terpasang rapi, alur kerja tim sehari-hari bakal terasa mulus banget. Dari portal akses AWS, pengguna tinggal memilih aplikasi SageMaker Studio atau Amazon Managed Grafana yang sudah ditentukan.

AWS access portal showing assigned SageMaker Studio and Amazon Managed Grafana applications
Halaman portal akses AWS yang menampilkan daftar aplikasi SageMaker Studio dan Amazon Managed Grafana bagi pengguna. · Gambar: AWS

Di dalam SageMaker Studio, anggota tim bisa membuka HyperPod Spaces untuk koding interaktif menggunakan JupyterLab. Administrator menyediakan template Space yang sudah dikunci ke namespace tim dan otomatis ditempeli label Task Governance.

SageMaker Studio UI for creating a HyperPod Space from a namespace-scoped template
Tampilan antarmuka SageMaker Studio saat pengguna membuat HyperPod Space baru menggunakan template berbasis namespace tim. · Gambar: AWS

Untuk pemantauan cluster, grup tim dipetakan sebagai Viewer di Amazon Managed Grafana, sementara hak Admin dipegang tim platform ops.

Amazon Managed Grafana role assignments with team groups as Viewers and the admin group as Admin
Pengaturan peran di Amazon Managed Grafana yang menetapkan grup tim sebagai Viewer dan tim pengelola sebagai Admin. · Gambar: AWS

Urusan pembagian tagihan juga jadi transparan. Dengan memasang Kubecost di cluster EKS, pengeluaran komputasi per namespace selama 7 hari bisa langsung kelihatan di dashboard Kubecost Allocations. Jadi, urusan chargeback biaya GPU ke anggaran masing-masing divisi nggak lagi pakai tebak-tebakan.

Kubecost Allocations dashboard showing 7-day cumulative cost per team namespace
Dashboard Kubecost Allocations yang menunjukkan rincian biaya kumulatif selama 7 hari untuk setiap namespace tim di cluster. · Gambar: AWS

Dampak Buat Tim Engineering di Indonesia

Bagi perusahaan teknologi, startup, maupun korporasi di Indonesia yang sedang gencar mengembangkan model AI in-house, sewa GPU cloud adalah salah satu komponen biaya paling besar. Membangun cluster terpisah untuk tim data science, tim riset, dan tim produk sering kali bikin anggaran cloud jebol karena utilisasi yang naik-turun.

Dengan pola multi-team ini, perusahaan di Indonesia bisa mengonsolidasikan anggaran komputasi ke dalam satu cluster HyperPod EKS yang dipakai bersama. Pemisahan data lewat namespace, network policy, dan isolasi POSIX storage juga membantu tim IT memenuhi standar tata kelola perlindungan data internal perusahaan tanpa harus mengorbankan kecepatan riset developer.

Kalau tim kamu butuh bereksperimen dengan model-model LLM frontier tanpa repot mengelola cluster GPU sendiri dari nol, kamu bisa memanfaatkan Classai Router. Cukup pakai satu API key yang kompatibel dengan format SDK OpenAI maupun Anthropic, kamu bisa langsung memanggil model seperti DeepSeek V4.1 Flash (Rp160 input / Rp800 output per 1M token), Kimi K3 (Rp4.000 input / Rp5.000 output per 1M token), atau Claude Sonnet 5 (Rp160 input / Rp800 output per 1M token) dengan pembayaran praktis via QRIS dan saldo rupiah tanpa kartu kredit luar negeri.

Sumber & referensi

  1. 01

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu arsitektur multi-team di Amazon SageMaker HyperPod?

Arsitektur multi-team adalah pola konfigurasi yang membagi satu cluster komputasi GPU HyperPod EKS ke beberapa tim sekaligus secara terisolasi. Pendekatan ini memakai namespace Kubernetes, IAM Identity Center, dan HyperPod Task Governance agar pemakaian adil dan biaya transparan.

Apakah namespace Kubernetes aman untuk memisahkan tim berbeda di HyperPod?

Namespace Kubernetes efektif sebagai batas isolasi antar-tim internal dalam satu organisasi yang memiliki rasa saling percaya. Namun, namespace bukan dinding keamanan mutlak untuk pihak ketiga yang tidak saling percaya karena pod masih berbagi node dan kernel yang sama.

Bagaimana cara HyperPod Task Governance mencegah tim memonopoli GPU?

HyperPod Task Governance menerapkan kuota komputasi ketat dan prioritas penjadwalan pada setiap namespace tim. Jika kapasitas komputasi penuh, tugas dengan prioritas lebih tinggi seperti inferensi produksi dapat menyela tugas eksperimen yang sedang berjalan.

Layanan penyimpanan apa yang paling cocok untuk HyperPod multi-team?

Penyimpanan POSIX seperti Amazon FSx for Lustre atau OpenZFS sangat cocok untuk dataset pelatihan bersama dan checkpoint karena throughput-nya tinggi. Untuk penyimpanan artefak jangka panjang, Amazon S3 digunakan dengan pembatasan hak akses berbasis prefix per tim.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Daftar, isi saldo mulai puluhan ribu rupiah, dan panggil model AI pilihanmu dari kode yang sudah ada.

Ditulis oleh

Tim Engineering Classai

Pengembang Classai Router

Tim Engineering Classai membangun dan menjalankan Classai Router, gateway API AI yang kompatibel dengan format OpenAI dan Anthropic. Kami menulis panduan teknis dari pengalaman mengoperasikan API AI setiap hari.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Developer