Bisnis

Asana GPT-6.1 Sol: Trik Bikin Browser Agent 76x Lebih Murah

Lewat uji coba 144 alur kerja, Asana membuktikan browser agent bertenaga GPT-6.1 Sol bisa dipangkas biayanya sampai 76 kali lipat dan berjalan 5 kali lebih kencang.

Tim Engineering Classai

· 9 menit baca

Ilustrasi alur kerja browser agent Asana menggunakan model AI GPT-6.1 Sol untuk menghemat biaya operasional
Gambar: OpenAI

Inti singkat

  • Asana berhasil memangkas estimasi biaya model browser agent hingga 76 kali lipat menggunakan alur kerja GPT-6.1 Sol.
  • Waktu eksekusi tugas browser agent berhasil dipersingkat dari 22,5 menit menjadi sekitar 4 menit per tugas.
  • Kombinasi batching screenshot dan prompt caching membuat 89% input terbaca dari cache dengan tarif hanya 5% harga normal.
  • Peningkatan kuota riwayat teks ke 480.000 karakter mendongkrak tingkat keberhasilan tugas agent dari 3 menjadi 18 run tuntas.
  • Eksperimen yang biasanya memakan waktu dua bulan tuntas dalam seminggu berkat bantuan GPT-6 Astra di Codex.
Daftar isi8 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06
  7. 07
  8. 08

Asana berhasil memangkas biaya operasional browser agent hingga 76 kali lipat dan mempercepat kinerjanya 5 kali lipat berkat optimasi alur kerja pada GPT-6.1 Sol. Langkah efisiensi besar ini membuktikan kalau menjalankan AI agent otonom buat tugas-tugas rumit di browser web kini nggak lagi bikin kantong perusahaan jebol.

Banyak tim bisnis yang kepincut sama teknologi browser agent—program AI yang bisa buka peramban, ngeklik tombol, ngisi formulir, dan nyalin data persis kayak manusia. Masalahnya, biaya token API model frontier biasanya mahal banget kalau dipakai buka banyak halaman web berturut-turut. Seperti dilaporkan dalam studi kasus resmi OpenAI, Asana membuktikan kalau arsitektur alur kerja yang tepat bisa bikin biaya agent turun drastis dari puluhan dolar jadi di bawah setengah dolar saja per tugas.

Penasaran gimana tim rekayasa Asana merombak alur kerja mereka dan pelajaran apa yang bisa kamu contek buat bisnis kamu? Yuk, kita bedah rahasianya bareng-bareng.

Checklist gratis · gratis

Checklist 30 Hari Belajar AI untuk Kerja

Rencana harian 15–30 menit untuk menjadikan AI kebiasaan kerja, lengkap dengan tracker waktu yang dihemat.

  • Rencana 30 hari yang bisa dicicil 15–30 menit sehari
  • Checklist harian dari fondasi sampai workflow
  • Tracker untuk mengukur jam kerja yang dihemat
  • Ide portofolio untuk menunjukkan skill AI-mu

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Masalah Besar di Balik Mahalnya Browser Agent

Lewat platform StackAI yang diakuisisi Asana, pelanggan mereka terbiasa bikin alur kerja otomatis lintas aplikasi bisnis tanpa perlu nulis kode sama sekali. Agent ini disuruh menavigasi situs web, ngisi formulir, dan ngumpulin data bisnis penting secara otomatis. Tapi di skala bisnis Asana yang melayani ribuan pelanggan korporat, pemborosan kecil bakal cepat banget menumpuk jadi tagihan jutaan dolar.

Sebelum dioptimasi, agen peramban Asana berjalan di atas model frontier yang disebut Model B di lingkungan produksi. Setiap kali agent menjalankan tugas riset katalog web sederhana, sistem menghabiskan estimasi biaya model minimal $36,21 per tugas. Nggak cuma mahal, prosesnya juga lelet banget karena butuh waktu setidaknya 22,5 menit, bahkan sebagian proses keburu mandek di tengah jalan karena nabrak batas kuota langkah kerja (step limit).

CTO StackAI Asana, Frank Hidalgo, PhD, langsung turun tangan buat nyari tahu biang kerok pemborosan ini. Hidalgo mengerahkan GPT-6 Astra di dalam Codex buat memetakan repositori kode agen mereka dan menganalisis gimana agen menyusun setiap permintaan (request) API ke model AI.

Dari investigasi itu, ketahuan dua kelemahan fatal:

  1. Caching cuma aktif sebagian: Agen memang menyimpan instruksi dasar dan definisi alat (tool definitions) di dalam cache. Tapi, riwayat teks halaman dan tangkapan layar (screenshot) yang terus bertambah sama sekali nggak masuk cache. Ujungnya, setiap langkah baru mengirim ulang seluruh riwayat browsing dengan harga penuh tanpa diskon cache.
  2. Riwayat dipotong sembarangan: Setiap langkah kerja baru, sistem langsung menghapus screenshot lama dan memangkas potongan teks. Karena data riwayat selalu berubah di tiap langkah, sistem caching gagal mengenali pola data yang berulang. Selain itu, hilangnya data bikin si agen sering pikun dan terpaksa bolak-balik ngebuka halaman web yang sebenarnya udah pernah dibaca.

Riset 2 Bulan Beres Seminggu Pakai GPT-6 Astra di Codex

Buat merombak sistem sebesar ini, riset manual biasanya butuh waktu satu sampai dua bulan penuh. Tim harus ngutak-ngatik parameter, ngetes berbagai model, dan nyatet performanya satu-satu. Tapi Hidalgo mengambil jalan pintas yang cerdas: dia menugaskan GPT-6 Astra di Codex buat jadi asisten riset mandiri.

GPT-6 Astra merestrukturisasi kode agen peramban Asana biar satu komponen frontend dan backend bisa menjalankan banyak alur kerja pengujian secara paralel. Begitu fondasi siap, Astra disuruh menjalankan studi eksperimen berskala 144 alur kerja pengujian (runs).

Frank Hidalgo menceritakan pengalamannya mengarahkan AI coding agent tersebut:

“Ini normalnya butuh satu sampai dua bulan kerja manual. Lewat GPT-6 Astra di Codex, semuanya tuntas sekitar seminggu: saya tinggal pasang /goal sebelum tidur malam, lalu memeriksa hasilnya di pagi hari.”

Semua riwayat pemanggilan API, pelacakan data, dan output pengujian dicatat rapi lewat Command, platform pengiriman software milik Asana. Tim kemudian meninjau hasil akhirnya, mengubah temuan riset jadi tiket kerja dan pull request, lalu langsung menerapkannya ke server produksi.

Perbandingan GPT-6.1 Sol Lawan Model Frontier Lain

Dalam studi 144 uji coba tersebut, Asana menguji performa GPT-6.1 Sol bersama tiga model frontier lain. Semua model diberi tugas yang sama persis: mengumpulkan enam kolom data dari 32 buku di katalog demo publik, representasi dari beban kerja nyata pelanggan StackAI.

Berikut ringkasan profil model yang diuji oleh Asana dalam eksperimen ini:

ModelDeskripsi ModelTingkat Harga Model
Model AModel frontier berukuran lebih kecil dari lab lain, rilis musim gugur 202550% lebih murah dari GPT-6.1 Sol
Model BModel produksi awal Asana dari lab yang sama dengan Model A, rilis musim panas 2026Setara dengan harga GPT-6.1 Sol
Model CVersi terbaru penyempurnaan Model B, rilis musim gugur 2026Setara dengan harga GPT-6.1 Sol
GPT-6.1 SolModel frontier andalan terbaru dari OpenAIMenjadi basis alur kerja teroptimasi

Hasilnya mengejutkan banyak pihak. Alur kerja yang sudah dioptimasi di atas GPT-6.1 Sol mencatatkan rata-rata biaya model cuma $0,47 per alur kerja dan selesai dalam waktu sekitar empat menit saja. Angka ini 76 kali lebih murah dan 5 kali lebih kencang dibanding sistem produksi awal Asana yang memakai Model B.

Bahkan ketika alur kerja baru ini diuji kembali pada Model B, biayanya turun dari minimal $36,21 menjadi $1,24 per proses (turun 29 kali lipat). Tapi alur kerja di GPT-6.1 Sol masih 2,6 kali lebih murah lagi dibanding Model B yang sudah dioptimasi, dengan tingkat keberhasilan 100% menjawab semua data dengan benar.

3 Trik Optimasi: Caching, Batch Screenshot, dan Kuota Riwayat

Penurunan biaya dari puluhan dolar menjadi cuma $0,47 per proses bukan sulap. Ada tiga modifikasi teknis utama yang ditemukan oleh GPT-6 Astra dan diterapkan oleh tim Asana:

1. Memperluas Cakupan Prompt Caching

Sebelumnya, riwayat penjelajahan web selalu dikirim sebagai data baru. Dengan arsitektur baru, riwayat penjelajahan disimpan secara stabil sehingga terbaca oleh fitur prompt caching penyedia model. Hasilnya luar biasa: sekitar 89% dari total token input berhasil ditarik dari cache, yang biayanya cuma 5% dari tarif input normal (uncached price). Tiap pemanggilan model jadi 3 kali lipat lebih murah hanya dari mekanisme ini.

2. Menghapus Screenshot Secara Bertahap (Batching)

Alih-alih memangkas gambar di tiap langkah kerja yang bikin susunan data berubah terus, Asana mengubah aturannya. Sistem membiarkan tangkapan layar terkumpul sampai 20 gambar dulu sebelum memotongnya kembali ke satu screenshot paling baru. Trik ini menjaga data riwayat tetap stabil dan nggak berubah-ubah dalam rentang langkah yang panjang, bikin efisiensi caching melonjak tajam.

3. Menaikkan Kuota Karakter Riwayat (History Budget)

Asana membandingkan performa batas riwayat 120.000 karakter versus 480.000 karakter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa memori yang terlalu sempit justru bikin agen gagal menyelesaikan tugas. Di kuota 120.000 karakter, GPT-6.1 Sol cuma berhasil menuntaskan 3 dari 18 pengujian. Tapi begitu kuota diperlebar ke 480.000 karakter, seluruh 18 pengujian berhasil tuntas tanpa eror dan memberikan jawaban yang tepat.

Tren Otomasi Perusahaan Besar Memakai Codex dan AI Agent

Langkah berani Asana mengoptimalkan agen peramban dengan GPT-6 Astra di Codex sejalan dengan tren adopsi AI di berbagai perusahaan teknologi global. Efisiensi bukan cuma dinikmati oleh Asana saja.

Sebagai contoh, Oracle juga melaporkan keberhasilan serupa dalam memangkas alur riset dan analisis panjang menjadi hitungan menit saja berkat ChatGPT dan Codex.

Oracle — Cover
Gambar sampul studi kasus Oracle yang memperlihatkan percepatan kerja dari hitungan hari menjadi hitungan menit dengan ChatGPT dan Codex. · Gambar: OpenAI

Nggak ketinggalan, perusahaan keamanan siber 1Password juga membagikan catatan sukses mereka. Dengan memanfaatkan Codex dalam alur pengembangan software internal, 1Password berhasil mendongkrak produktivitas tim engineering mereka hingga 21%.

1Password > Card image > Fiber ridge close-up
Kartu visual studi kasus 1Password yang mencatat kenaikan produktivitas engineering sebesar 21% berkat integrasi Codex. · Gambar: OpenAI

Bahkan perusahaan travel loveholidays membuktikan bagaimana ekosistem Codex bisa memberdayakan setiap orang di perusahaan untuk menjadi pembuat solusi (builder) tanpa batasan teknis yang rumit.

loveholidays customer story art card v4
Kartu cerita pelanggan loveholidays yang mendemonstrasikan bagaimana Codex membantu setiap anggota tim menjadi builder aplikasi mandiri. · Gambar: OpenAI

Cerita dari perusahaan-perusahaan global ini menunjukkan bahwa efisiensi AI bukan sekadar teori, melainkan strategi wajib agar bisnis tetap kompetitif di pasar yang serba cepat.

Dampak Nyata untuk Bisnis dan Pengembang di Indonesia

Eksperimen Asana ini ngasih angin segar buat pelaku bisnis, startup, dan pengembang software di Indonesia yang selama ini ragu mengadopsi AI agent otonom. Biaya operasional sering jadi momok paling menakutkan saat merancang sistem otomatisasi kantor.

Ada beberapa pelajaran penting yang relevan buat kita di Indonesia:

  1. Otomasi bisnis kini terjangkau: Biaya di bawah $0,50 per tugas browsing web yang membaca puluhan halaman artinya proses pengumpulan data pasar, pengecekan harga kompetitor, atau audit dokumen internal bisa dijalankan rutin tanpa bikin anggaran operasional bocor.
  2. Peran baru software engineer: Menurut Arnab Bose, CPO Asana, pola kerja ini membuktikan kolaborasi nyata antara manusia dan AI. Frank Hidalgo menambahkan kalau kecepatan pengiriman fitur (shipping speed) sekarang bukan lagi kendala utama, melainkan fokus perhatian manusia. Engineer kini berperan layaknya product manager yang memimpin sepasukan AI agent.
  3. Quality Assurance (QA) otomatis: Asana sekarang memakai GPT-6 Astra di Codex buat menjelajahi aplikasi mereka, mencoba berbagai input, dan melaporkan bug sebelum software dirilis ke publik. Tim QA manusia tinggal memvalidasi laporan tersebut.

Buat kamu yang lagi membangun solusi bisnis otomatis atau ingin meningkatkan skill manajemen tim berbasis AI, kamu bisa mendalami strategi adopsi teknologi ini lewat kelas AI untuk Pemilik Bisnis & UMKM atau pelajari alur integrasinya di kelas AI untuk Developer.

Cara Menerapkan Alur Kerja Hemat Biaya di Sistem AI Milikmu

Kalau kamu lagi merancang agent otomatis—baik buat kebutuhan scraping data, riset pasar, maupun integrasi API internal—kamu bisa meniru langkah Asana lewat tahapan berikut:

  1. Petakan stabilitas data input: Pisahkan instruksi sistem, definisi fungsi (tools), dan riwayat percakapan. Taruh bagian yang jarang berubah di bagian paling awal prompt biar kena fasilitas prompt caching.
  2. Terapkan pembersihan data berkala (batch pruning): Jangan edit atau hapus memori agent di tiap langkah. Biarkan data menumpuk sampai batas tertentu sebelum dibersihkan sekaligus, supaya blok cache prefix kamu nggak gampang hangus.
  3. Uji beberapa model frontier: Jangan terpaku pada satu model saja. Uji kombinasi antara model penalaran tingkat tinggi dan model yang punya efisiensi caching bagus.
  4. Manfaatkan router multi-model: Kalau kamu butuh fleksibilitas berganti model tanpa pusing bayar langganan kartu kredit luar negeri yang ribet, kamu bisa mencoba layanan Classai Router.

Lewat Classai Router, kamu cukup memakai satu API key buat memanggil berbagai model AI kelas dunia seperti GPT-6 Astra (Rp2.240 per 1 juta token input / Rp11.200 per 1 juta token output), GPT-6 Sol (Rp2.240 / Rp11.200), Claude Sonnet 5.5, sampai DeepSeek V4.1 Flash (Rp160 / Rp800). Kamu bisa top up mulai dari Rp10.000 pakai QRIS atau transfer virtual account lokal, dan kodenya kompatibel penuh dengan SDK OpenAI standar.

Kalau kamu tertarik mencoba teknik serupa dengan artikel sebelumnya mengenai optimasi biaya developer, kamu juga bisa membaca ulasan LegalOn Pangkas Biaya OpenAI 65% atau melihat implementasi korporat lainnya di Oracle Pakai ChatGPT Work.

Contoh Prompt Pengujian Alur Kerja Agent

Biar kamu punya gambaran gimana mengarahkan model penalaran buat merancang strategi caching dan penanganan memori browser agent, kamu bisa pakai template prompt siap pakai berikut:

Prompt siap pakai
Kamu adalah arsitek sistem AI dan pakar optimasi biaya token API.Saya memiliki browser agent yang bertugas mengumpulkan data katalog produk dari situs web secara bertahap. Kondisi saat ini:1. Agen mengambil tangkapan layar (screenshot) dan teks DOM pada setiap langkah navigasi.2. Setiap langkah baru, sistem menghapus screenshot sebelumnya dan memotong riwayat teks.3. Biaya API membengkak karena prompt caching sering gagal (cache miss). Bantu saya merancang:1. Strategi batch retention untuk tangkapan layar agar riwayat konteks tetap stabil lebih lama.2. Struktur payload prompt yang memaksimalkan prompt caching pada penyedia model frontier.3. Rekomendasi alokasi character budget untuk riwayat teks agar akurasi tetap tinggi tanpa pemborosan token.

Sumber & referensi

  1. 01

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa besar penghematan biaya yang didapat Asana lewat GPT-6.1 Sol?

Asana berhasil menurunkan estimasi biaya model hingga 76 kali lipat pada alur kerja browser agent mereka. Biaya rata-rata turun dari minimal $36,21 pada sistem lama menjadi hanya $0,47 per proses kerja pada alur kerja GPT-6.1 Sol yang telah dioptimasi.

Kenapa browser agent Asana sebelumnya bisa sangat boros?

Sistem lama hanya menyimpan instruksi dasar dalam cache tetapi tidak meng-cache riwayat halaman dan screenshot yang terus bertambah. Selain itu, sistem memotong teks dan menghapus screenshot di setiap langkah, sehingga data riwayat selalu berubah dan memaksa model membaca ulang data dengan harga penuh tanpa diskon cache.

Apa peran GPT-6 Astra di Codex dalam proyek optimasi Asana?

GPT-6 Astra bertindak sebagai asisten riset mandiri yang memetakan kode, merancang arsitektur pengujian paralel, dan mengeksekusi studi 144 alur kerja eksperimen. Proses riset dan optimasi yang biasanya memakan waktu satu hingga dua bulan kerja manual berhasil diselesaikan Astra hanya dalam waktu sekitar satu minggu.

Apakah GPT-6.1 Sol sudah tersedia di Classai Router?

Model GPT-6.1 Sol belum tersedia di daftar Classai Router. Namun, kamu bisa mencoba model OpenAI generasi serupa seperti GPT-6 Astra dan GPT-6 Sol dengan harga Rp2.240 per 1 juta token input dan Rp11.200 per 1 juta token output melalui router.classai.id.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Daftar, isi saldo mulai puluhan ribu rupiah, dan panggil model AI pilihanmu dari kode yang sudah ada.

Ditulis oleh

Tim Engineering Classai

Pengembang Classai Router

Tim Engineering Classai membangun dan menjalankan Classai Router, gateway API AI yang kompatibel dengan format OpenAI dan Anthropic. Kami menulis panduan teknis dari pengalaman mengoperasikan API AI setiap hari.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Bisnis