Bisnis

Disinformasi AI OpenAI Dibongkar: Kedok Jurnalis Palsu Rusia & Iran

OpenAI baru saja memblokir dua jaringan propaganda canggih asal Rusia dan Iran. Modusnya ngeri: bikin think tank rekaan sampai jurnalis palsu buat menembus media sungguhan.

Tim Redaksi Classai

· 9 menit baca

Ilustrasi pengungkapan disinformasi AI OpenAI kedok jurnalis dan riset palsu
Gambar: OpenAI

Inti singkat

  • OpenAI memblokir dua operasi pengaruh terselubung berskala besar asal Rusia dan Iran yang memanfaatkan ChatGPT.
  • Operasi Rusia bernama Dark Clark berhasil mencapai Kategori 5 Breakout Scale dengan mengendalikan lembaga riset rekaan.
  • Jaringan Iran memakai tujuh identitas jurnalis palsu untuk meloloskan hampir 100 artikel ke belasan media online dunia.
  • Kedua aktor ancaman lebih banyak memakai AI untuk efisiensi alur kerja dan menyusun laporan evaluasi internal.
Daftar isi8 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06
  7. 07
  8. 08

OpenAI baru saja membongkar dan memblokir dua operasi pengaruh terselubung berbasis AI asal Rusia dan Iran yang memakai kedok entitas palsu canggih. Jaringan ini memanfaatkan model AI untuk menyusupkan narasi geopolitik ke media massa arus utama, bukan sekadar bikin ribut di media sosial.

Selama dua setengah tahun belakangan, OpenAI terus memantau aktor jahat yang menyalahgunakan teknologi mereka untuk serangan siber, penipuan, hingga operasi propaganda terselubung. Lewat laporan resmi di pengumuman keamanan OpenAI, mereka mengungkap bagaimana pelaku ancaman memadukan ChatGPT dengan teknik intelijen konvensional buat membangun apa yang disebut operasi false front alias kedok palsu.

Operasi asal Rusia bahkan menembus rekor baru karena dinilai masuk Kategori 5 pada IO Breakout Scale—skala 1 sampai 6 yang mengukur jangkauan operasi propaganda. Ini adalah operasi Kategori 5 pertama yang berhasil digagalkan OpenAI sejak mereka rutin merilis laporan ancaman. Sementara itu, operasi asal Iran duduk di Kategori 4.

Matrix of 30 influence operations by primary distribution method and Breakout Scale category. Operations using external publications reached categories 4 and 5; social-media-led operations reached cat
Matriks 30 operasi pengaruh yang diungkap OpenAI: operasi yang menyasar publikasi eksternal berhasil menembus Kategori 4 dan 5, jauh melampaui operasi yang cuma mengandalkan media sosial. · Gambar: OpenAI

Dari analisis terhadap 30 operasi pengaruh yang dibongkar sejak awal 2024, polanya makin jelas: aktor yang mencoba meloloskan konten ke media sungguhan punya dampak dan jangkauan audiens yang jauh lebih masif dibanding mereka yang cuma mengandalkan bot di media sosial.

Checklist gratis · gratis

Checklist 30 Hari Belajar AI untuk Kerja

Rencana harian 15–30 menit untuk menjadikan AI kebiasaan kerja, lengkap dengan tracker waktu yang dihemat.

  • Rencana 30 hari yang bisa dicicil 15–30 menit sehari
  • Checklist harian dari fondasi sampai workflow
  • Tracker untuk mengukur jam kerja yang dihemat
  • Ide portofolio untuk menunjukkan skill AI-mu

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Apa itu Operasi Dark Clark Buatan Rusia?

Operasi asal Rusia yang dijuluki "Dark Clark" ini menargetkan kawasan Amerika Latin, khususnya untuk menjatuhkan reputasi Ukraina serta mengutak-atik dinamika politik lokal di Argentina, Bolivia, hingga Ekuador. Jaringan ini memakai ChatGPT lewat jaringan VPN karena akses langsung dari Rusia memang diblokir oleh OpenAI.

Hal paling mengejutkan, jaringan Dark Clark berhasil mengendalikan sebuah lembaga riset rekaan bernama Social Research Center (SRC). Lewat persona fiktif bernama "Mia Clark", para operator merekrut orang-orang lokal di Amerika Latin yang sama sekali nggak sadar kalau mereka sedang bekerja untuk kelompok Rusia. Karyawan lokal ini bahkan diperintahkan melakukan wawancara langsung dengan pakar dan menulis riset orisinal seputar BRICS hingga perbandingan ekonomi Brasil di bawah Presiden Jair Bolsonaro dan Luiz Inácio Lula da Silva.

Account transparency screenshots for the Social Research Center: its X account connected through the Russian Federation App Store, while its Instagram account listed Venezuela.
Bukti transparansi akun Social Research Center: akun X terhubung lewat App Store Federasi Rusia, sementara akun Instagram menampilkan lokasi admin di Venezuela. · Gambar: OpenAI

Para operator mengendalikan lembaga ini secara penuh, mulai dari struktur gaji, perekrutan, hingga pemecatan. Selain itu, mereka bikin akun LinkedIn palsu untuk SRC yang mencantumkan klaim 200–500 staf dengan 961 pengikut, meski profil pegawainya cuma ada dua orang di dunia nyata.

Bagaimana Modus Hoaks dan Dokumen Palsu Dijalankan?

Selain mengelola lembaga riset fiktif, operator Dark Clark getol memproduksi hoaks yang cukup rapi sampai-sampai memicu klarifikasi resmi dari pemerintah setempat dan liputan media internasional.

Pada Mei 2026, mereka membuat alamat email palsu yang mengatasnamakan Direktorat Pendidikan Daerah di Lima, Peru. Email itu memerintahkan sekolah-sekolah setempat menggelar acara bertema Ukraina sembari mengenalkan tokoh nasionalis Stepan Bandera. Ketika pihak sekolah percaya dan mengirimkan foto dokumentasi, operator langsung menyebarkan narasinya ke media massa di Peru dan Polandia untuk memicu kemarahan diplomatik.

Redacted TikTok screenshot of an April 8, 2026 post spreading fabricated audio attributed to Ukraine’s consul in Ecuador.
Tangkapan layar TikTok pada 8 April 2026 yang menyebarkan rekaman audio rekayasa dan diklaim sebagai suara Konsul Ukraina di Ekuador. · Gambar: OpenAI

Modus serupa terjadi di Ekuador pada Juni 2026, di mana operator menipu pihak sekolah agar mengadakan upacara sumpah setia kepada Presiden Daniel Noboa dan mantan pimpinan Blackwater Erik Prince. Kasus ini viral sampai Menteri Pendidikan Ekuador harus turun tangan memberikan bantahan resmi.

Redacted TikTok screenshot showing a fabricated letter about Ukraine’s contacts with Panama’s financial sector, paired with an operation-generated voiceover.
Unggahan TikTok yang menampilkan surat rekaan terkait kontak sektor keuangan Panama dengan Ukraina, dilengkapi naskah suara yang dibuat lewat ChatGPT. · Gambar: OpenAI

Operator juga memakai ChatGPT untuk menerjemahkan naskah fitnah ke dalam dialek Spanyol Ekuador yang tepat, serta merapikan tata letak draf kontrak palsu antara penyedia keamanan swasta dan warga setempat. Dokumen palsu itu dirancang sedemikian rupa agar tampak meyakinkan saat difoto dan disebarkan ke publik.

Operasi Bogus Bylines: Trik Jurnalis Palsu dari Iran

Operasi kedua datang dari Iran dengan julukan "Bogus Bylines". Berbeda dengan Rusia yang menyamar jadi lembaga riset, jaringan Iran ini menciptakan tujuh identitas jurnalis fiktif: Ervin B. Hoskins, Noah Lamington, Sophia Gonzalez, Michael Harrison, Ericka Feusier, Jenny Williams, dan Alice Johnson.

Ervin Hoskins persona’s Instagram biography and account transparency panels. X lists the West Asia Android App, while Instagram lists Iran as the account location.
Profil Instagram persona Ervin Hoskins beserta panel transparansi: akun X tercatat memakai aplikasi Android Asia Barat, sedangkan Instagram secara gamblang menunjukkan lokasi di Iran. · Gambar: OpenAI

Para jurnalis palsu ini digambarkan sebagai penulis lepas asal negara Barat yang fokus meliput konflik Timur Tengah dan hak asasi manusia. Operator Iran menyuruh ChatGPT membedah draf artikel opini panjang berbahasa Inggris, mencocokkannya dengan kriteria editorial media target, lalu membuat draf email pitching resmi kepada para editor media online.

Timeline of articles published under seven Bogus Bylines personas, grouped by topic and author. US-Iran coverage is the largest category and becomes concentrated from March 2026.
Linimasa publikasi artikel oleh persona Bogus Bylines: intensitas tulisan seputar konflik AS-Iran melonjak sangat tajam mulai Maret 2026. · Gambar: OpenAI

Hasilnya lumayan mencengangkan. OpenAI menemukan hampir 100 artikel opini yang berhasil lolos dan diterbitkan di sekitar selusin media online skala kecil hingga menengah di berbagai belahan dunia. Begitu artikelnya tayang, akun media sosial resmi media tersebut ikut mempromosikannya, sehingga narasi geopolitik pesanan Iran bisa dinikmati pembaca riil tanpa rasa curiga.

Five article headlines published under personas linked to the operation: Alice Johnson, Noah Lamington, Michael Harrison, Sophia Gonzalez, and Ervin Hoskins.
Judul artikel opini yang berhasil dipublikasikan di media online dunia memakai nama-nama jurnalis palsu buatan operasi Iran. · Gambar: OpenAI

Taktik Komentar Massal dan Evaluasi Palsu ke Atasan

Selain menulis artikel panjang, jaringan Bogus Bylines meminta model AI membuat tumpukan komentar media sosial secara kilat dalam bahasa Inggris dan Persia. Tujuannya adalah mendominasi kolom balasan di platform online terkait isu perang Amerika Serikat dan Iran.

Side-by-side screenshots of operation-generated replies in English and Persian, posted in July, with account identities obscured.
Tangkapan layar balasan komentar otomatis dalam bahasa Inggris dan Persia yang dibuat oleh operasi Iran dan diunggah hanya dalam rentang waktu 10 hingga 13 menit. · Gambar: OpenAI

Uniknya, operator sering memasukkan tangkapan layar unggahan media yang membagikan artikel bikinan mereka sendiri, lalu meminta ChatGPT membuat komentar-komentar pujian palsu. Hal ini dilakukan biar artikel jurnalis palsu mereka terlihat populer dan didukung banyak orang.

Redacted Facebook screenshot of a local news page sharing an operation-generated article under Sophia Gonzalez’s byline, followed by four operation-generated comments.
Halaman berita lokal di Facebook yang membagikan artikel tulisan persona Sophia Gonzalez, langsung diserbu komentar bernada pujian yang diproduksi oleh operator AI. · Gambar: OpenAI

Sebagian komentar juga diarahkan pada isu politik domestik Amerika Serikat demi memperkuat narasi konflik geopolitik yang sedang berlangsung.

Two redacted Instagram comments generated by the operation in reply to posts about US politics.
Dua komentar Instagram rekayasa yang diproduksi jaringan ini untuk merespons perbincangan situasi politik di Amerika Serikat. · Gambar: OpenAI

Kedua akun Instagram yang membagikan komentar politik tersebut ternyata meninggalkan jejak identitas yang sangat jelas pada panel keamanannya.

Redacted Instagram account transparency panels showing Iran as the location of both accounts that posted the preceding comments.
Panel transparansi akun Instagram yang membuktikan bahwa kedua akun pemberi komentar tersebut beroperasi langsung dari Iran. · Gambar: OpenAI

Menariknya, baik operator Rusia maupun Iran paling banyak menggunakan ChatGPT bukan untuk memproduksi konten hoaks, melainkan untuk menyusun laporan performa internal ke atasan mereka. Banyak operator memanipulasi metrik keberhasilan mereka sendiri, mengklaim peristiwa viral yang sebenarnya bukan hasil kerja mereka, hanya demi menyenangkan pihak penyandang dana.

Inisiatif Keselamatan dan Tata Kelola AI Lanjutan

Untuk membendung penyalahgunaan teknologi semacam ini di skala global, OpenAI terus memperketat pengawasan ekosistem model frontier mereka melalui serangkaian inisiatif keselamatan dan kepatuhan hukum internasional.

Salah satu fokus utamanya adalah kepatuhan terhadap aturan pembuktian asal-usul konten digital, terutama dalam mengidentifikasi materi yang diproduksi oleh kecerdasan buatan.

Our approach to EU provenance rules
Tautan laporan OpenAI mengenai pendekatan mereka terhadap aturan transparansi dan asal-usul konten digital (provenance) di Uni Eropa. · Gambar: OpenAI

Selain kepatuhan regulasi regional, OpenAI juga mengembangkan kerangka uji keamanan ketat (safety cases) sebelum sebuah model AI skala terdepan dilatih dan dirilis ke publik.

Safety cases for frontier AI training > Card image
Kartu laporan keselamatan OpenAI mengenai safety cases untuk pelatihan model AI skala frontier. · Gambar: OpenAI

Upaya serupa juga diterapkan di berbagai yurisdiksi lain untuk memastikan kepatuhan tata kelola berjalan konsisten di seluruh dunia.

How we will do better for Australia — Cover
Laporan komitmen OpenAI dalam menjalankan tata kelola dan keselamatan ekosistem AI untuk kawasan Australia. · Gambar: OpenAI

Perbandingan Modus Dark Clark vs Bogus Bylines

Biar kamu punya gambaran lebih jelas soal bagaimana kedua jaringan propaganda ini beroperasi, berikut ringkasan perbandingannya berdasarkan data laporan resmi OpenAI:

Kategori AnalisisOperasi Dark Clark (Rusia)Operasi Bogus Bylines (Iran)
Target UtamaAmerika Latin (Argentina, Bolivia, Ekuador, Peru)Media online global, fokus konflik AS-Iran
Skor Breakout ScaleKategori 5 (Tertinggi yang pernah diungkap)Kategori 4
Bentuk Kedok PalsuLembaga riset Social Research Center (SRC)7 persona jurnalis Barat independen
Metode DistribusiStaf riset lokal, draf surat resmi palsu, TikTokPitching draf artikel opini ke editor media
Penggunaan Utama AILaporan ke atasan, terjemahan dialek, naskah audioMenyesuaikan kriteria artikel, draf email pitch
Dampak TerverifikasiBantahan menteri, cek fakta, polemik antarnegaraHampir 100 artikel tembus ke belasan media online

Cara Memeriksa Keaslian Penulis dan Narasi Digital

Fenomena jurnalis dan lembaga riset siluman berbasis AI ini jadi pengingat penting buat pelaku bisnis, pekerja media, dan pegiat konten digital di Indonesia. Berikut langkah praktis yang bisa kamu terapkan buat memverifikasi kontributor atau informasi yang mencurigakan:

  1. Cek jejak digital penulis: Telusuri rekam jejak artikel terdahulu di mesin pencari. Waspadai nama penulis yang baru aktif hitungan bulan tapi tiba-tiba menulis analisis geopolitik yang sangat padat.
  2. Buka panel transparansi akun: Media sosial seperti Instagram dan X menampilkan lokasi geografis akun. Dari kasus Bogus Bylines, akun yang mengaku jurnalis Amerika Serikat ternyata berlokasi di Iran.
  3. Cek legalitas lembaga riset: Jangan gampang terpukau dengan nama lembaga riset mentereng. Pastikan lembaga tersebut punya kantor fisik, rekam jejak independen, dan bukan sekadar situs web pajangan.
  4. Uji konsistensi argumen: Kamu bisa memanfaatkan model AI buat membedah pola retorika naskah yang mencurigakan dengan prompt analisis teks seperti berikut:
Prompt siap pakai
Analisis draf artikel opini berikut ini. Identifikasi apakah ada bias narasi yang condong pada propaganda pihak tertentu, inkonsistensi fakta, atau struktur bahasa yang mirip hasil terjemahan mesin. Berikan poin temuan secara kritis dan objektif.

Buat tim analis atau developer yang ingin membangun sistem otomatisasi verifikasi teks dan penyaringan konten, kamu bisa bereksperimen dengan model bahasa terkemuka lewat Classai Router. Kamu bisa memakai model GPT-4o dengan biaya Rp500 input / Rp2.500 output per 1 juta token, atau DeepSeek V4.1 Flash seharga Rp160 input / Rp800 output per 1 juta token dengan satu API key terpadu tanpa kartu kredit luar negeri.

Dampak Nyata Fenomena Ini Buat Pembaca di Indonesia

Melihat makin canggihnya modus penyamaran ini, ada beberapa dampak nyata yang perlu diantisipasi di Indonesia:

  • Ruang Redaksi Media Lokal: Media berita di Indonesia wajib memperketat kurasi artikel opini dari penulis luar negeri agar tidak dimanfaatkan oleh aktor intelijen asing untuk menyusupkan agenda tertentu.
  • Keamanan Reputasi Bisnis: Pelaku usaha perlu berhati-hati saat menyewa jasa konsultan atau agensi riset asing di internet. Jangan sampai perusahaanmu bekerja sama dengan lembaga yang ternyata merupakan kedok propaganda.
  • Kepatuhan Data Pribadi: Pembuatan dokumen kontrak palsu dan pencatutan nama warga lokal di Amerika Latin menjadi pengingat pentingnya penegakan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) agar data warga tidak disalahgunakan untuk operasi terselubung.
  • Literasi Karyawan dan Publik: Rekayasa naskah suara pejabat atau hoaks kebijakan publik bisa memicu kepanikan sosial jika disebarkan di grup percakapan tanpa adanya proses verifikasi yang matang.

Buat kamu yang ingin membekali tim kerja dengan pemahaman teknologi yang tepat, etis, dan produktif, kamu bisa mendalami strategi penerapannya lewat kelas AI untuk Pemilik Bisnis & UMKM di Classai.

Sumber & referensi

  1. 01

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa yang dimaksud dengan operasi disinformasi AI false front?

Operasi false front adalah taktik propaganda di mana pelaku ancaman membuat entitas palsu, seperti lembaga kajian atau persona jurnalis rekaan, dibantu efisiensi AI untuk meloloskan narasinya langsung ke media massa terpercaya.

Bagaimana cara aktor Rusia dan Iran memakai ChatGPT dalam operasinya?

Kedua aktor memanfaatkan ChatGPT untuk menyempurnakan artikel panjang, menyusun draf email pitching ke editor, menerjemahkan bahasa dokumen palsu, serta membuat laporan evaluasi internal ke atasan mereka.

Kenapa operasi Dark Clark Rusia bisa mencapai Kategori 5 Breakout Scale?

Operasi ini mencapai Kategori 5 karena narasinya berhasil memicu klarifikasi terbuka dari menteri pemerintah, bantahan resmi lembaga negara, hingga memancing komentar diplomatik dari anggota parlemen di luar negeri.

Apakah artikel buatan jurnalis palsu Iran benar-benar terbit di media massa?

Ya, OpenAI menemukan hampir 100 artikel yang berhasil terbit di belasan media online dunia dengan memakai tujuh nama jurnalis fiktif yang profilnya didukung akun media sosial rekaan.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Belajar langsung dengan studi kasus pekerjaanmu — dipandu langkah demi langkah, dalam bahasa Indonesia.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Classai

Editor panduan AI untuk kerja

Tim Redaksi Classai menulis panduan memakai AI untuk pekerjaan sehari-hari profesional Indonesia. Setiap prompt dan langkah di artikel kami dicoba langsung di tools aslinya sebelum terbit, lalu diperbarui saat tools berubah.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Bisnis