Aplikasi Ambi AI Rilis: Asisten yang Dengerin Obrolan Seharian
Mantan petinggi Plaud ngerilis aplikasi Ambi AI setelah raup pendanaan $26 juta. Asisten audio ini bisa dengerin kamu seharian penuh buat bantu kerjaan rapat.
· 5 menit baca

Inti singkat
- Startup Ambi garapan mantan petinggi Plaud Peter Mo mengantongi dana $26 juta.
- Aplikasi Ambi AI meluncur di iPhone, Mac, dan Apple Watch dengan fitur ambient capture.
- Agen AI Ambi bisa kasih saran proaktif di tengah rapat tanpa nunggu selesai.
- Fitur perekaman seharian mati secara bawaan demi menjaga privasi obrolan pengguna.
Daftar isi5 bagian
- 01
- 02
- 03
- 04
- 05
Aplikasi Ambi AI resmi diperkenalkan ke publik setelah startup besutan mantan eksekutif Plaud mengantongi pendanaan sebesar $26 juta. Lewat aplikasi ini, agen AI bakal mendengarkan percakapan kamu di latar belakang sepanjang hari buat ngasih saran kerjaan secara proaktif tanpa perlu disuruh bolak-balik.
Pernah nggak kamu ngerasa capek nyatet notula rapat, terus pas giliran mau follow up tugas malah kelupaan poin pentingnya? Masalah ini yang mau diberesin sama Peter Mo, mantan eksekutif Plaud yang sekarang nakhodain Ambi. Seperti dilaporkan TechCrunch, Ambi baru aja nutup putaran pendanaan multi-ronde sebesar $26 juta yang dipimpin sama Luminous Ventures bareng Huaqin.
Sekarang aplikasinya udah mulai hadir buat pengguna perangkat Apple, mulai dari iPhone, Mac, sampai Apple Watch. Tapi sebelum kamu buru-buru install, yuk kita bedah gimana cara kerjanya dan apa aja risikonya.
Panduan gratis · gratis
30 Prompt AI untuk Kerja (Bahasa Indonesia)
Prompt siap salin untuk email, rapat, laporan, riset, konten, dan belajar — semuanya memakai Rumus PAKET.
- 30 prompt siap salin untuk 6 jenis pekerjaan
- Rumus PAKET: Peran, Audiens, Konteks, Ekspektasi, Tampilan
- Cara memperbaiki jawaban AI yang kurang pas
- Daftar data yang tidak boleh masuk ke AI
Apa Itu Aplikasi Ambi AI dan Cara Kerjanya?
Sederhananya, aplikasi Ambi AI adalah asisten audio pintar yang dirancang buat menangkap konteks aktivitas harian kamu. Selama ini, alat perekam rapat biasanya baru mulai kerja ngerangkum pas panggilan telepon atau Zoom udah kelar. Nah, Ambi pengin ngambil langkah lebih jauh.
Agen cerdas di dalam Ambi bakal langsung jalan waktu rapat masih berlangsung. Jadi, pas kamu lagi diskusi bareng klien atau tim kantor, sistemnya bakal otomatis menarik info relevan dari kalender, dokumen internal di knowledge base kamu, riwayat rapat sebelumnya, sampai pencarian web terbuka. Kamu juga bisa mulai ngerjain tugas di satu gadget lalu lanjutin di gadget lain tanpa putus koneksi.
Peter Mo ngejelasin kalau selama ini interaksi kita sama kecerdasan buatan masih kaku banget. Kecerdasan AI sering kali kejebak di dalam layar. Kalau pakai perangkat keras lama, kamu wajib nunggu rekaman selesai, mindahin audio ke HP, ngeunggah ke cloud, baru deh dapet ringkasannya. Ambi mau motong proses ribet itu biar AI bisa dipakai kapan aja dan di mana aja.
Ambi AI vs Alat Perekam Konvensional
Biar makin kebayang bedanya aplikasi Ambi AI dibanding tool perekam konvensional atau perangkat pendahulunya, yuk intip perbandingannya di tabel ini:
| Fitur | Perekam Audio Biasa | Aplikasi Ambi AI |
|---|---|---|
| Cara Merekam | Manual per sesi rapat | Bisa nyala di background seharian (ambient) |
| Eksekusi Tugas | Nunggu rapat beres baru dirangkum | Mulai kerja dan ngasih saran pas rapat jalan |
| Konteks Kerja | Cuma dari audio rekaman itu aja | Kalender, knowledge base, web, dan aktivitas desktop |
| Perangkat | Terbatas di satu alat | Nyambung di iPhone, Mac, Apple Watch, dan gadget khusus |
Nggak cuma berhenti di HP atau jam tangan, tim pengembang Ambi juga lagi nyiapin aplikasi desktop Mac yang bisa mantau layar kerja pengguna. Bagian-bagian penting dari kerjaan kamu bakal disimpen ke memori sistem biar rekomendasi yang dikasih makin pas sama gaya kerja harianmu.
Urusan Privasi: Aman Nggak Kalau AI Dengerin Terus?
Fitur perekaman terus-menerus kayak begini tentu langsung memicu tanda tanya besar soal privasi. Banyak orang khawatir kalau obrolan pribadi atau rahasia dapur perusahaan ikut kesedot tanpa sadar. Masalah ini mirip sama perdebatan hangat soal etika asisten pintar, kayak yang sempat kita bahas di artikel privasi AI agent dan asisten otomatis.
Peter Mo menegaskan kalau fitur ambient data capture ini posisinya mati secara bawaan (off by default). Kamu punya kendali penuh buat matiin fiturnya kapan pun kamu mau. Ambi juga ngeklaim kalau mereka nggak nyimpen rekaman suara pengguna dan semua data langsung dienkripsi, walau mereka belum ngebocorin standar enkripsi apa yang dipakai.
Mo mengakui kalau masalah keterbukaan ini emang PR besar buat industri teknologi secara umum. Kalau pengguna sengaja menyembunyikan perekaman dari orang di sekitarnya, perusahaan pengembang pun nggak bisa berbuat banyak selain terus ngingetin lewat panduan pemakaian.
Dampak Buat Pekerja dan Bisnis di Indonesia
Buat kita di Indonesia, kehadiran asisten audio proaktif kayak Ambi jelas bawa angin segar sekaligus tantangan baru. Pekerja kantoran yang jadwal hariannya penuh sama rapat back-to-back bakal kebantu banget. Kamu nggak perlu pusing nyiapin bahan presentasi mendadak karena agen AI bisa langsung narik data pas nama topiknya disebut di panggilan suara.
Tapi ada hal krusial yang perlu diperhatiin para pegiat bisnis dan UMKM:
- Kepatuhan UU PDP: Di Indonesia, Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi mewajibkan adanya persetujuan eksplisit sebelum memproses data sensitif orang lain. Kalau kamu pakai Ambi pas ketemu klien lokal, pastiin izin dulu sebelum obrolan dimulai.
- Kesiapan Akses Model: Asisten audio canggih biasanya butuh backend model yang responsif biar obrolan langsung nyambung. Kalau kamu developer yang lagi bereksperimen bikin asisten suara serupa buat pasar lokal, pemilihan engine pengolah teks dan suara itu penentu utama latensi.
Buat kamu yang mau ngebangun arsitektur agen pintar sendiri tanpa pusing mikirin biaya langganan luar negeri yang mahal, kamu bisa pakai Classai Router. Lewat satu API key aja, kamu bebas manggil model kencang kayak deepseek-v4.1-flash dengan harga cuma Rp1.155 per 1 juta token input dan Rp4.200 per 1 juta token output, atau gpt-4o-mini seharga Rp945 / Rp3.750 per 1 juta token. Top up saldo juga gampang pakai QRIS tanpa kartu kredit.
Kalau kamu pengin perdalam cara nerapin otomatisasi kerja harian biar operasional makin efisien, intip juga materi praktis di kelas Fondasi AI untuk Kerja.
Bakal Rilis Hardware Khusus Sendiri
Ambisi Ambi nggak cuma mentok di aplikasi lunak. Saat ini mereka punya lebih dari 50 staf yang tersebar di kantor San Francisco, Beijing, Shanghai, dan Shenzhen. Selain lagi gencar merekrut tim go-to-market dan insinyur AI buat model speech recognition, Ambi berencana ngerilis perangkat keras sendiri.
Gadget fisik bikinan Ambi nantinya bakal dilengkapi sama layar, speaker, kamera, dan susunan mikrofon khusus. Tujuannya biar perangkat itu bisa menangkap konteks lingkungan di sekitarmu secara visual dan audio, sekaligus nampilin insight penting langsung di mejanya.
Apakah tren asisten audio yang dengerin seharian ini bakal jadi standar baru tempat kerja, atau malah bikin orang parno? Perkembangan adopsinya menarik banget buat kita pantau bareng-bareng ke depan.
Sumber & referensi
- 01
TechCrunch · 12 Oktober 2026
Former Plaud exec raises $26M for AI app that listens to you in the background
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu aplikasi Ambi AI?
Aplikasi Ambi AI adalah asisten audio berbasis kecerdasan buatan yang bisa mendengarkan obrolan sepanjang hari untuk memberikan saran kerja dan konteks rapat secara langsung tanpa perlu disuruh berulang kali.
Siapa pendiri di balik startup Ambi?
Ambi didirikan oleh Peter Mo, mantan eksekutif Plaud yang sebelumnya berpengalaman memproduksi perangkat keras perekam audio pintar berbasis AI.
Apakah Ambi AI merekam suara saya secara diam-diam?
Tidak, Ambi menyatakan fitur ambient capture mati secara bawaan dan data pengguna dienkripsi tanpa menyimpan rekaman asli suara. Pengguna juga bebas mematikan fitur kapan saja.
Di perangkat apa saja aplikasi Ambi AI bisa digunakan?
Saat ini aplikasi Ambi dirilis untuk perangkat Apple seperti iPhone, Mac, dan Apple Watch, dengan rencana ekspansi ke aplikasi desktop pemantau layar serta gadget fisik mandiri.

Classai Weekly
dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB
Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.
- 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
- Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
- 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
- Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan
Langkah berikutnya
Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.
Daftar, isi saldo mulai puluhan ribu rupiah, dan panggil model AI pilihanmu dari kode yang sudah ada.
Ditulis oleh
Pengembang Classai Router
Tim Engineering Classai membangun dan menjalankan Classai Router, gateway API AI yang kompatibel dengan format OpenAI dan Anthropic. Kami menulis panduan teknis dari pengalaman mengoperasikan API AI setiap hari.


