Review

GPTZero Adalah Apa? Harga Rupiah, Akurasi, dan Review Lengkap 2026

GPTZero menebak apakah teks ditulis AI dan menyorot kalimatnya. Ini harga Rupiah resminya, batas versi gratis, soal Bahasa Indonesia, dan kapan Premium layak.

Tim Classai

· 11 menit baca

Sampul artikel: tangkapan layar halaman depan GPTZero (gptzero.me) dengan kotak AI Detector dan tombol Scan, beserta logo GPTZero
Sumber: GPTZero / gptzero.me (tangkapan layar halaman depan, 10 Okt 2026; logo resmi GPTZero)

Ringkasan

  • GPTZero adalah detektor tulisan AI buatan GPTZero Inc. (berdiri Januari 2023), kini bagian dari Superhuman, yang menyorot kalimat yang diduga ditulis AI.
  • Harga resmi Indonesia per 10 Oktober 2026: Free Rp0 (10.000 kata/bulan), Premium Rp199.999/bulan atau Rp119.999/bulan tahunan, Professional Rp409.999/bulan atau Rp219.999/bulan tahunan.
  • Harga Rupiah kira-kira separuh harga AS: Premium di AS US$23,99 (±Rp429.000) per bulan.
  • Kekurangan utama: Bahasa Indonesia belum didukung resmi (hanya 5 bahasa), gratis maksimal 10.000 karakter per scan, dan belum ada aplikasi mobile.
  • Paling cocok untuk dosen dan mahasiswa yang menulis dalam bahasa Inggris; skornya alat bantu bertanya, bukan vonis.
Daftar isi8 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06
  7. 07
  8. 08

GPTZero adalah detektor tulisan AI yang menebak apakah sebuah teks ditulis manusia, AI, atau campuran keduanya, lalu menyorot kalimat yang dicurigai. Paket Free-nya gratis untuk 10.000 kata per bulan, sedangkan Premium dijual Rp199.999 per bulan atau Rp119.999 per bulan kalau ditagih tahunan. Harga Rupiah itu tampil langsung di halaman harga resmi saat dicek 10 Oktober 2026.

Buat mahasiswa dan dosen di Indonesia, nama GPTZero sering muncul bersama Turnitin setiap musim tugas akhir. Masalahnya, banyak yang memakai skor GPTZero seperti vonis. Ulasan ini membedah apa yang sebenarnya diukur GPTZero, batas paket gratisnya, soal Bahasa Indonesia yang belum didukung resmi, dan kapan paket berbayarnya masuk akal.

Panduan gratis · gratis

30 Prompt AI untuk Kerja (Bahasa Indonesia)

Prompt siap salin untuk email, rapat, laporan, riset, konten, dan belajar — semuanya memakai Rumus PAKET.

  • 30 prompt siap salin untuk 6 jenis pekerjaan
  • Rumus PAKET: Peran, Audiens, Konteks, Ekspektasi, Tampilan
  • Cara memperbaiki jawaban AI yang kurang pas
  • Daftar data yang tidak boleh masuk ke AI

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Apa itu GPTZero?

GPTZero dibuat oleh GPTZero Inc., startup yang didirikan pada Januari 2023 oleh Edward Tian (CEO) dan Alex Cui (CTO). Halaman tim resminya menyebut timnya berbasis di New York dan Toronto. Fungsi intinya satu: memeriksa teks, lalu memberi perkiraan berapa persen bagian yang kemungkinan dibuat model bahasa seperti ChatGPT, Claude, Gemini, Llama, atau DeepSeek.

Sejak itu produknya melebar menjadi paket "keaslian tulisan": Hallucination Detector untuk mengecek sitasi dan klaim yang tidak berdasar, cek plagiarisme, Writing Replay di Google Docs, umpan balik tulisan, dan pemeriksa tata bahasa. Pada 23 Juni 2026, blog resminya mengumumkan rencana bergabung dengan Superhuman, perusahaan di balik Grammarly. Per 10 Oktober 2026, halaman depannya menulis "GPTZero is now a part of Superhuman". Blog yang sama menegaskan tidak ada perubahan untuk pengguna harian.

Model deteksi terbarunya, GPTZero 4o, dirilis 24 September 2026. GPTZero tersedia di web (gptzero.me), ekstensi Chrome, add-in Microsoft Word, dan API. Belum ada aplikasi Android atau iOS. Antarmukanya berbahasa Inggris, dan dukungan resminya baru lima bahasa: Inggris, Jerman, Portugis, Prancis, dan Spanyol. Bahasa Indonesia belum termasuk.

Harga GPTZero Oktober 2026: Free, Premium, dan Professional

Halaman harga resmi GPTZero dengan pilihan Annual (Save 45%) atau Monthly, serta tiga kartu paket: Free IDR 0, Premium IDR 119,999 dan Professional IDR 219,999 per bulan ditagih tahunan
Halaman harga resmi GPTZero dengan pilihan Annual (Save 45%) atau Monthly, serta tiga kartu paket: Free IDR 0, Premium IDR 119,999 dan Professional IDR 219,999 per bulan ditagih tahunan · Sumber: GPTZero / gptzero.me/pricing

Harga di bawah dicek 10 Oktober 2026 dari halaman gptzero.me/pricing yang dibuka dari Indonesia (tampil dalam Rupiah) dan daftar paket resmi di API langganan GPTZero. Harga dolar diambil dari arsip daftar paket yang sama (30 September 2026). Kurs yang dipakai: Rp17.881 per US$1 (9 Oktober 2026).

PaketHarga resmiKira-kira RupiahIsi utama
FreeRp0-10.000 kata/bulan, Basic AI Scan, 1 Advanced Scan gratis, 5 sorotan AI di ekstensi Chrome
PremiumRp199.999/bulan, atau Rp119.999/bulan ditagih tahunanSudah Rupiah (di AS US$23,99 atau ±Rp429.000)300.000 kata/bulan, 50.000 karakter per scan, Advanced AI Scan, deteksi multibahasa, unduh laporan AI
ProfessionalRp409.999/bulan, atau Rp219.999/bulan ditagih tahunanSudah Rupiah (di AS US$45,99 atau ±Rp822.000)500.000 kata/bulan plus kelebihan pakai hingga 2 juta kata, 150.000 karakter per scan, 250 file sekaligus, scan per halaman, integrasi LMS
TimRp219.999 per anggota/bulan (tahunan), contoh 2 anggota Rp439.998/bulanSudah RupiahSemua fitur Professional untuk tiap anggota, kredit bersama, satu tagihan
APIMulai Rp803.873/bulan untuk 300.000 kataSudah RupiahDetektor AI dipasang ke sistem sendiri
EnterpriseHubungi salesCek halaman resmiPeran pengguna, provisioning akun, tagihan lintas tim

Beberapa catatan yang penting sebelum membayar:

  • Harga Indonesia kira-kira separuh harga AS. Premium bulanan Rp199.999, padahal US$23,99 setara ±Rp429.000. Professional Rp409.999, sedangkan US$45,99 setara ±Rp822.000. Artinya, untuk pengguna Indonesia GPTZero relatif murah dibanding detektor sejenis yang hanya dijual dalam dolar.
  • Tahunan jauh lebih hemat. Premium tahunan totalnya Rp1.439.988 per tahun, sementara 12 bulan bayar bulanan menjadi Rp2.399.988. Selisihnya Rp960.000 (sekitar 40%). Untuk Professional, totalnya Rp2.639.988 per tahun dibanding Rp4.919.988, hemat Rp2.280.000 (sekitar 46%). Halaman harga merangkumnya sebagai "Save 45%".
  • Uji coba. Halaman harga tidak menawarkan masa coba gratis untuk paket berbayar. Penggantinya, paket Free memberi satu kali Advanced Scan supaya kamu bisa membandingkan hasilnya dengan Basic Scan.
  • Cara bayar dan pajak. Halaman harga tidak merinci metode pembayaran. Siapkan kartu debit atau kredit berlogo Visa/Mastercard, lalu cek di halaman checkout apakah harga sudah termasuk PPN 11% untuk layanan digital luar negeri. Pusat bantuan resminya punya panduan membatalkan langganan dan mengajukan refund.
Bagian Enterprise and Team Plans di halaman harga GPTZero: kalkulator Professional Plan dengan siklus tagihan Annual, 2 kursi, total IDR 439,998 per bulan dan keterangan hemat IDR 4,560,000 per tahun
Bagian Enterprise and Team Plans di halaman harga GPTZero: kalkulator Professional Plan dengan siklus tagihan Annual, 2 kursi, total IDR 439,998 per bulan dan keterangan hemat IDR 4,560,000 per tahun · Sumber: GPTZero / gptzero.me/pricing

Fitur utama GPTZero

Deteksi AI per kalimat

Gambar resmi GPTZero: paragraf contoh dengan sorotan dua warna per kalimat untuk membedakan bagian yang diduga AI dan buatan manusia, plus lingkaran hasil bertuliskan AI
Gambar resmi GPTZero: paragraf contoh dengan sorotan dua warna per kalimat untuk membedakan bagian yang diduga AI dan buatan manusia, plus lingkaran hasil bertuliskan AI · Sumber: GPTZero / gptzero.me

Hasil scan bukan cuma satu angka. GPTZero memberi persentase kemungkinan teks AI, lalu mewarnai kalimat demi kalimat. Ini yang membuatnya berguna untuk diskusi: dosen bisa menunjuk paragraf mana yang perlu ditanyakan, bukan langsung menuduh seluruh tulisan. Tabel fiturnya juga menyebut deteksi teks campuran AI dan manusia, AI Vocabulary Scan, serta deteksi teks hasil parafrase dan "AI bypasser".

Advanced Scan

Basic Scan cukup untuk cek cepat. Advanced Scan, yang tersedia penuh mulai Premium, disebut GPTZero sebagai mode paling akurat berdasarkan benchmark independen, dan Premium menambahkan laporan AI yang bisa diunduh. Untuk dosen, laporan unduhan ini penting sebagai lampiran ketika membahas hasilnya dengan mahasiswa.

Writing Replay di Google Docs

Lewat ekstensi Chrome, GPTZero bisa memutar ulang proses menulis di Google Docs: kapan teks diketik, diedit, atau ditempel. Deskripsi resminya menyebut ada analisis pola mengetik dan deteksi kontributor untuk dokumen dengan beberapa penulis. Bagi mahasiswa, fitur ini justru alat pembelaan: kalau tulisanmu dicurigai AI, rekaman proses menulis adalah bukti yang lebih kuat daripada skor detektor.

Hallucination Detector dan cek sumber

Tab kedua di halaman depan adalah Hallucination Detector. Ekstensinya juga mengecek daftar pustaka yang dikarang AI, klaim tanpa sitasi, dan plagiarisme, lalu menyarankan sumber. Ini relevan karena sitasi palsu sering lebih fatal daripada gaya tulisan "rasa AI".

Cek plagiarisme

Halaman cek plagiarisme menyebut paket gratis bisa dipakai dalam kuota 10.000 kata per bulan, dan hasilnya berupa skor kemiripan beserta tautan ke sumber aslinya. Di tabel perbandingan paket, cek plagiarisme dicantumkan sebagai fitur Premium dan Professional, jadi batas pemakaian gratisnya sebaiknya kamu cek sendiri setelah masuk.

Integrasi kelas dan kerja

Halaman depan mencantumkan integrasi Chrome Extension, Google Docs, Google Classroom, Canvas, Zapier, dan API. Integrasi LMS khusus (Canvas, Google Classroom) masuk paket Professional ke atas. Di sisi keamanan, GPTZero menyebut telah diaudit SOC 2 Type II dan mematuhi FERPA, GDPR, serta CCPA.

Cara pakai GPTZero dan tampilannya

Halaman depan gptzero.me: judul AI detector made to Preserve What's Human, angka 99% Accuracy, 17M+ Users, 1M+ Educators, dan kotak AI Detector di kanan dengan tombol Upload files, Upload from Google Drive, contoh teks, penghitung 0/10,000 characters, serta tombol Scan
Halaman depan gptzero.me: judul AI detector made to Preserve What's Human, angka 99% Accuracy, 17M+ Users, 1M+ Educators, dan kotak AI Detector di kanan dengan tombol Upload files, Upload from Google Drive, contoh teks, penghitung 0/10,000 characters, serta tombol Scan · Sumber: GPTZero / gptzero.me

Tampilan GPTZero sederhana dan langsung ke inti. Alurnya seperti ini:

  1. Buka gptzero.me. Kotak AI Detector sudah ada di halaman depan, di sebelah kanan. Di atasnya ada dua tab: AI Detector dan Hallucination Detector.
  2. Tempel teks atau unggah file. Ada tombol Upload files dan Upload from Google Drive. Penghitung di bawah kotak menunjukkan batas 10.000 karakter per scan untuk pemakaian gratis.
  3. Coba contoh dulu. Deretan tombol contoh (ChatGPT, Claude, Human, AI + Human, Polished by AI, Paraphrased by AI) berguna untuk melihat bentuk hasil sebelum menempel tulisanmu sendiri.
  4. Tekan Scan. Hasilnya berupa persentase kemungkinan AI dan sorotan kalimat. FAQ resminya menyebut kamu perlu membuat akun gratis untuk scan yang lebih panjang.
  5. Simpan atau lanjutkan. Pengguna Premium bisa mengunduh laporan. Pengguna Chrome bisa memasang ekstensi untuk Google Docs dan Gmail.

Ada dua detail di tangkapan layar yang perlu diperhatikan pengguna Indonesia. Pertama, bilah di atas kotak scan menulis bahwa deteksi didukung dalam bahasa Inggris dengan akurasi 99%, dengan menu pilihan bahasa di sebelahnya. Kedua, tombol "I'm an Educator" di pojok kanan atas menandakan produk ini memang dirancang untuk dunia pendidikan.

Untuk pemula, tidak ada yang membingungkan: satu kotak, satu tombol. Belum ada aplikasi mobile, tapi situsnya bisa dibuka lewat peramban HP. Ekstensi Chrome-nya mendapat rating 4,7 dari 737 penilaian dan lebih dari 500.000 pengguna di Chrome Web Store, dengan versi terbaru 2026.10.1 (2 Oktober 2026).

Seberapa akurat GPTZero, dan cocok untuk siapa?

GPTZero mengklaim akurasi 99% untuk teks bahasa Inggris. Di FAQ-nya, GPTZero mengutip benchmark pihak ketiga RAID: 95,7% teks AI terdeteksi dengan 1% teks manusia salah ditandai AI. Untuk dokumen campuran AI dan manusia, klaimnya 96,5%. Saat merilis GPTZero 4o pada September 2026, GPTZero menyebut tingkat salah tuduh (false positive) hanya 1 dari 10.402 pada kumpulan tulisan pelajar.

Angka itu datang dari GPTZero dan mitranya, jadi baca dengan kepala dingin. GPTZero sendiri menulis di FAQ bahwa tidak ada detektor yang 100% akurat, hasilnya tidak boleh dipakai untuk menghukum atau sebagai keputusan akhir, dan akurasi paling kuat untuk prosa bahasa Inggris yang panjang. Satu poin yang relevan untuk Indonesia: GPTZero mengklaim modelnya dilatih ulang agar tidak bias terhadap penulis yang bahasa Inggrisnya bahasa kedua (ESL), dengan target false positive 1%.

Siapa yang paling diuntungkan:

  • Dosen dan guru yang memeriksa esai berbahasa Inggris, terutama yang memakai Google Classroom atau Canvas. Sorotan per kalimat dan laporan unduhan membantu memulai percakapan, bukan menjatuhkan sanksi.
  • Mahasiswa yang menulis skripsi, jurnal, atau aplikasi beasiswa berbahasa Inggris. Cek dulu sebelum mengirim, dan aktifkan Writing Replay di Google Docs sebagai bukti proses menulis.
  • Editor, penerbit, dan perekrut yang menyaring naskah atau surat lamaran berbahasa Inggris.
  • Penulis lepas yang ingin menunjukkan ke klien bahwa naskahnya ditulis sendiri.

Batasan yang harus kamu terima:

  • Teks Bahasa Indonesia tidak didukung resmi. Kamu tetap bisa menempelkannya, tapi tidak ada klaim akurasi untuk bahasa ini. Jangan jadikan skor GPTZero sebagai satu-satunya dasar menilai skripsi berbahasa Indonesia.
  • Teks pendek kurang bisa diandalkan. GPTZero sendiri menyebut hasil tingkat dokumen lebih kuat daripada paragraf atau kalimat.
  • Deteksi multibahasa ada di Premium. Paket Free paling cocok untuk teks bahasa Inggris.
  • Privasi. Jangan menempel naskah rahasia atau data pribadi orang lain tanpa izin. GPTZero menyebut data pribadi dihapus atas permintaan, tapi tetap baca kebijakan privasinya.

Kelebihan dan kekurangan GPTZero

Kelebihan

  • Paket gratis cukup lega untuk mahasiswa: 10.000 kata per bulan dengan sorotan per kalimat, bisa dicoba dari halaman depan.
  • Harga Rupiah resmi sekitar separuh harga dolar, dan diskon tahunan sampai sekitar 46% untuk Professional.
  • Writing Replay di Google Docs memberi bukti proses menulis, bukan cuma skor.
  • Ada Hallucination Detector dan cek sumber, berguna untuk sitasi karya ilmiah.
  • Integrasi Google Classroom, Canvas, Word, Zapier, dan API untuk institusi.
  • Transparan soal batasan: FAQ resminya sendiri melarang skor dipakai sebagai vonis.

Kekurangan

  • Bahasa Indonesia belum masuk lima bahasa yang didukung resmi.
  • Gratis dibatasi 10.000 karakter per scan, dan hanya 1 Advanced Scan.
  • Laporan unduhan dan deteksi multibahasa baru ada mulai Premium.
  • Belum ada aplikasi Android atau iOS.
  • Klaim akurasi sebagian besar berasal dari pengujian GPTZero dan mitranya.

GPTZero vs ZeroGPT, Turnitin, dan Originality.ai

ToolHarga awalKekuatan
GPTZeroGratis 10.000 kata/bulan; Premium Rp119.999/bulan (tahunan)Sorotan per kalimat, Writing Replay, harga Rupiah
ZeroGPTGratis; Pro US$8,99/bulan tahunan (±Rp161.000) atau US$14,99 bulanan (±Rp268.000)Detektor AI plus parafrase, ringkasan, dan cek plagiarisme dalam satu situs
TurnitinLisensi institusi, harga tidak dipublikasikanStandar kampus untuk cek kemiripan, deteksi AI lewat add-on
Originality.aiGratis 3 scan/hari (maks. 2.000 kata); Pro US$12,95/bulan (±Rp232.000)Pemindai AI dan plagiarisme untuk penerbit dan tim konten

Pertanyaan yang paling sering muncul: ZeroGPT dan GPTZero itu berbeda. Namanya mirip, tapi produk dan perusahaannya lain. GPTZero lebih fokus ke pendidikan dan bukti proses menulis, ZeroGPT lebih mirip kotak alat tulis serbaguna (GPTZero vs ZeroGPT).

Kalau kampusmu sudah berlangganan Turnitin, pakai itu sebagai acuan resmi dan GPTZero untuk cek mandiri sebelum mengumpulkan (GPTZero vs Turnitin). Pilih Originality.ai kalau kamu mengelola banyak artikel situs web (GPTZero vs Originality.ai). Alat "humanizer" seperti Humanize AI punya tujuan berlawanan, dan GPTZero menyebut sudah bisa mendeteksi teks hasil parafrase dan bypasser.

Kesimpulan: GPTZero worth it atau tidak?

Untuk mahasiswa: paket Free biasanya sudah cukup. Pakai untuk cek mandiri tulisan berbahasa Inggris, dan aktifkan Writing Replay supaya kamu punya bukti kalau dicurigai. Untuk teks Bahasa Indonesia, anggap hasilnya sebagai petunjuk kasar saja.

Untuk dosen dan guru: Premium (Rp119.999 per bulan kalau tahunan) layak kalau kamu rutin memeriksa esai bahasa Inggris dan butuh laporan unduhan. Professional baru masuk akal kalau kamu memeriksa ratusan file sekaligus atau butuh integrasi Canvas dan Google Classroom.

Untuk institusi dan penerbit: paket Tim atau Enterprise layak dijajaki, terutama karena harganya dalam Rupiah dan ada dokumen keamanan seperti SOC 2 dan HECVAT.

Satu prinsip yang berlaku untuk semua: detektor AI adalah alat bantu bertanya, bukan hakim. Kalau kamu ingin memakai AI secara terbuka dan bertanggung jawab untuk tugas dan pekerjaan, mulai dari kelas gratis Fondasi AI untuk Kerja yang membahas prompt, cek fakta, dan menjaga data tetap aman.

Sumber & referensi

  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06

Review ini disusun Tim Classai dengan bantuan AI dari halaman resmi, dokumentasi, dan tangkapan layar halaman publik di atas — tanpa akun berbayar. Harga bisa berubah sewaktu-waktu; cek lagi di halaman resminya sebelum berlangganan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah GPTZero gratis?

Ya. Paket Free GPTZero gratis untuk 10.000 kata per bulan, dengan Basic AI Scan, 1 Advanced Scan, dan maksimal 10.000 karakter per scan. Paket berbayar mulai Rp119.999 per bulan (Premium, ditagih tahunan).

Apakah ZeroGPT dan GPTZero sama?

Tidak. Keduanya detektor AI dengan nama mirip, tapi produk dan perusahaannya berbeda. GPTZero fokus ke pendidikan, sorotan per kalimat, dan Writing Replay, sedangkan ZeroGPT menggabungkan detektor dengan alat parafrase, ringkasan, dan cek plagiarisme.

Apakah GPTZero bisa untuk Bahasa Indonesia?

Belum resmi. GPTZero hanya mendukung penuh bahasa Inggris, Jerman, Portugis, Prancis, dan Spanyol. Teks Bahasa Indonesia tetap bisa dipindai, tapi tidak ada klaim akurasi untuk bahasa ini, jadi anggap hasilnya sebagai petunjuk kasar.

Apakah GPTZero akurat?

GPTZero mengklaim akurasi 99% untuk teks bahasa Inggris, tapi angka itu berasal dari pengujian GPTZero dan mitranya. FAQ resminya sendiri menyebut tidak ada detektor yang 100% akurat dan hasilnya tidak boleh dipakai sebagai keputusan akhir.

Bagaimana cara agar tulisan tidak terdeteksi GPTZero?

Cara paling aman adalah menulis sendiri dan menyimpan bukti prosesnya, misalnya lewat Writing Replay di Google Docs. GPTZero menyebut sudah bisa mendeteksi teks hasil parafrase dan alat bypasser, jadi menyamarkan teks AI bukan solusi dan berisiko melanggar aturan akademik.

Apa bedanya GPTZero dan Turnitin?

Turnitin dijual lewat lisensi institusi dan menjadi acuan resmi di banyak kampus, sedangkan GPTZero bisa dipakai perorangan dengan paket gratis atau berlangganan dalam Rupiah. Kalau kampusmu memakai Turnitin, gunakan GPTZero untuk cek mandiri sebelum mengumpulkan tugas.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Belajar langsung dengan studi kasus pekerjaanmu — dipandu langkah demi langkah, dalam bahasa Indonesia.

Ditulis oleh

Tim Classai

Review tools AI untuk kerja

Tim Classai mengulas tools AI satu per satu untuk profesional, UMKM, mahasiswa, dan kreator Indonesia: harga langganan dalam rupiah dari halaman resmi, fitur, tampilan, serta kelebihan dan kekurangannya. Harga dan fitur dicek ulang dari sumber resmi sebelum terbit.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Review