Developer

Standar Opt Out AI Scraping Rilis: Cara Baru Lindungi Web Kamu

Raksasa AI seperti OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic akhirnya sepakat dukung satu sinyal bersama di robots.txt buat tolak AI scraping. Bye-bye ribet!

Tim Engineering Classai

· 8 menit baca

Ilustrasi file robots.txt dan proteksi web crawler AI
Gambar: OpenAI

Inti singkat

  • OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic sepakat mendukung satu standar bersama untuk preferensi AI training.
  • Standar berupa sinyal policy token ini dirancang di robots.txt lewat kelompok kerja IETF.
  • Pemilik web kini tidak perlu lagi membuat aturan terpisah untuk tiap crawler AI yang berbeda.
  • Anthropic sudah menerapkan sinyal ini, OpenAI menyusul beberapa bulan lagi, dan Google serta Microsoft tahun depan.
Daftar isi9 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06
  7. 07
  8. 08
  9. 09

Raksasa teknologi seperti OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic resmi mendukung standar opt out AI scraping baru berbasis robots.txt. Lewat inisiatif bersama ini, pemilik website dan penerbit konten cukup memasang satu sinyal tunggal untuk mengatur apakah konten mereka boleh disedot buat melatih model AI atau nggak.

Kabar penting ini diumumkan langsung oleh OpenAI dan dilaporkan lebih detail oleh The Verge. Kalau selama ini kamu kelabakan ngatur puluhan baris aturan buat ngeblok bot satu per satu, langkah ini jelas jadi angin segar. Yuk kita bedah apa yang sebenarnya terjadi dan gimana cara kerjanya.

Panduan gratis · gratis

Panduan Cepat API AI untuk Developer

Dari request pertama sampai siap produksi: contoh kode, streaming, kontrol biaya, keamanan API key, dan penanganan error.

  • Contoh request dengan cURL, Python, dan JavaScript
  • Streaming dan format OpenAI vs Anthropic
  • Cara mengontrol biaya token
  • Checklist keamanan dan siap produksi

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Kenapa Standar Opt Out AI Scraping Ini Dibuat?

Selama beberapa tahun terakhir, para publisher dan pemilik website pusing menghadapi gempuran crawler AI yang tiada henti. Bot-bot ini menjelajahi jutaan halaman web untuk mengumpulkan materi pelatihan model AI generatif dasar.

Masalahnya, tiap penyedia AI punya nama bot crawler masing-masing. Ada GPTBot dari OpenAI, ClaudeBot dari Anthropic, dan crawler milik Google maupun Microsoft. Kalau mau ngelarang konten dipakai latihan model, webmaster harus nulis aturan robots.txt yang beda-beda buat tiap perusahaan. Belum lagi kalau ada bot baru bermunculan, aturannya harus di-update terus-menerus. Ribet banget, kan?

Nah, konsorsium di balik Internet Engineering Task Force (IETF) akhirnya turun tangan lewat kelompok kerja khusus bernama AI Preferences working group. Inisiatif sinyal bersama berwujud policy token ini diusulkan oleh Kevin Kelley, Technical Lead for Standards di Anthropic, supaya ada satu bahasa universal yang dimengerti semua bot AI.

OpenAI, Fair Use, dan Dialog Standar Terbuka

Langkah OpenAI mendukung standar IETF ini berbarengan sama pandangan mereka soal ekosistem web yang terbuka. OpenAI menegaskan bahwa mereka tetap menghargai pilihan pemilik web yang ingin mengontrol kontennya, sembari tetap memandang pentingnya prinsip fair use dalam pengembangan teknologi cerdas.

Bersamaan dengan rilis sinyal bersama ini, OpenAI juga mempublikasikan tulisan terkait posisi mereka soal bagaimana doktrin hukum fair use memberi manfaat bagi semua orang dalam ekosistem digital.

Fair use benefits everyone — Cover
Cover publikasi OpenAI berjudul Fair use benefits everyone yang dirilis berbarengan dengan pengumuman dukungan preferensi web. · Sumber: OpenAI

OpenAI menyatakan bahwa sinyal baru ini nggak bakal menggantikan kontrol yang udah ada sebelumnya. Kontrol crawler yang selama ini mereka sediakan lewat dokumentasi bot OpenAI tetap berlaku penuh dan dihormati.

Siapa Saja Raksasa AI yang Ikutan Dukung?

Menariknya, koalisi ini didukung oleh nama-nama paling dominan di industri AI saat ini. Mereka sepakat untuk membatasi akses crawler AI masing-masing kalau nemu sinyal token bersama tersebut di dalam file robots.txt sebuah website.

Berikut rangkuman sikap para penyedia AI terhadap standar baru ini:

PerusahaanStatus DukunganJadwal Implementasi
AnthropicMendukung penuh (pengusul sinyal)Sudah diterapkan
OpenAIMendukung penuh via IETFBeberapa bulan ke depan
GoogleMendukung penuhTahun depan (2027)
MicrosoftMendukung penuh (dengan opsi grounding)Tahun depan (2027)
MetaMendukung konsep sinyal, belum komitmen patuhBelum ditentukan

Meta lewat Andy Stone (Head of Communications) menyatakan bahwa membikin sinyal bersama buat menyampaikan preferensi ke banyak penyedia sekaligus adalah langkah penting. Tapi, Meta belum secara tegas bilang apakah mereka bakal beneran mematuhi sinyal tersebut saat crawler mereka berjalan.

Sebelum adanya inisiatif ini, beberapa pihak udah nyoba jalan lain buat melawan scraping liar. Misalnya ada standar Really Simple Licensing (RSL) yang ngasih opsi narik bayaran ke crawler yang berkunjung, atau langkah Cloudflare yang ngeblok crawler AI secara default. Tapi dukungan langsung dari para pembuat model AI frontier inilah yang selama ini ditunggu-tunggu.

Integrasi Enterprise OpenAI: Dari Konten Publik ke Sistem Internal

Fokus OpenAI mengelola preferensi data publik di robots.txt berjalan beriringan dengan langkah ekspansi mereka ke ranah enterprise. Alih-alih cuma mengandalkan web scraping terbuka, OpenAI makin getol menjalin integrasi resmi langsung ke dalam alur kerja korporat.

Salah satunya terlihat dari kolaborasi mereka bareng ServiceNow buat memperluas integrasi alur kerja enterprise, pengembangan software, dan keamanan siber. Kamu juga bisa membaca ulasan alur kerja korporat ini di artikel OpenAI ServiceNow integrasi alur kerja.

OpenAI and ServiceNow expand partnership across enterprise workflows, software development and security — Cover
Cover pengumuman kolaborasi OpenAI dan ServiceNow untuk memperluas alur kerja enterprise dan keamanan siber. · Sumber: OpenAI

Nggak cuma ServiceNow, OpenAI juga memperluas kemitraan bareng Oracle untuk membawa aplikasi bisnis langsung ke antarmuka ChatGPT. Langkah ini dibahas lengkap di artikel Oracle integrasi ChatGPT.

OpenAI expands partnership with Oracle to bring its apps to ChatGPT — Cover
Cover kemitraan OpenAI dan Oracle untuk menghubungkan aplikasi software bisnis langsung ke dalam ChatGPT. · Sumber: OpenAI

Langkah-langkah kemitraan resmi ini mempertegas bahwa ke depannya, data bisnis yang bernilai tinggi bakal diakses lewat konektor API resmi, bukan disedot paksa lewat web scraping ilegal.

Perbedaan AI Training vs AI Grounding: Bakal Hilang dari Pencarian?

Banyak pemilik website di Indonesia takut kalau ngeblok AI crawler, trafik website mereka bakal anjlok karena hilang dari hasil pencarian Google atau Bing. Tenang, kamu nggak perlu khawatir.

Microsoft menegaskan bahwa mereka bakal menyediakan kontrol bertingkat (granular controls). Pemilik web bisa memilih buat opt-out dari AI training (melatih model) atau dari AI grounding. Grounding sendiri adalah proses mengarahkan model AI ke sumber informasi terverifikasi buat menekan risiko halusinasi. Microsoft memastikan website kamu bakal tetap muncul di hasil pencarian Bing apa pun preferensi yang kamu pilih.

Google juga sebelumnya udah menerapkan kontrol serupa. Kamu bisa ngatur apakah konten webmu boleh muncul di fitur pencarian berbasis AI atau dipakai buat training, tanpa ngorbanin posisi dan visibilitas di halaman hasil pencarian web biasa. Jadi, indeks pencarian web konvensional dan konsumsi data buat AI training adalah dua jalur yang dipisahkan.

Cara Kerja dan Langkah Mengatur robots.txt Web Kamu

Walau OpenAI, Google, dan Microsoft baru bakal nerapin secara bertahap beberapa bulan ke depan sampai tahun depan, nggak ada salahnya kamu paham alur kerjanya dari sekarang. Berikut langkah praktis yang bisa kamu siapkan:

  1. Buka file robots.txt di root domain kamu: Akses file robots.txt lewat FTP, panel hosting, atau plugin SEO di CMS kamu (misalnya WordPress).
  2. Pahami struktur policy token dari IETF: Begitu implementasi teknis sinyal bersama dari kelompok kerja IETF resmi dibuka OpenAI dan partnernya, token preferensi ini cukup disisipkan satu kali di baris robots.txt.
  3. Tetap pertahankan aturan crawler spesifik saat ini: Karena Google dan Microsoft baru aktif tahun depan serta OpenAI baru dalam beberapa bulan ke depan, jangan hapus dulu blokir manual untuk bot tertentu seperti GPTBot atau ClaudeBot kalau kamu emang nggak mau di-scrape saat ini.
  4. Pisahkan antara izin bot pencarian dan bot pelatihan: Pastikan kamu nggak memblokir bot mesin pencari utama (seperti Googlebot atau Bingbot biasa) kalau masih butuh trafik pencarian organik.
  5. Uji coba lewat URL Inspection Tool: Cek keterbacaan robots.txt kamu secara berkala buat memastikan bot nggak salah nangkep instruksi yang kamu tulis.

Kalau kamu seorang developer yang mengelola web app atau API, memahami cara bot membaca metadata dan dokumen adalah kemampuan dasar yang krusial. Kamu bisa ngulik lebih dalam bareng komunitas developer lewat kelas AI untuk Developer di Classai.

Contoh Format robots.txt dan Prompt Pengecekan

Untuk saat ini, sambil nunggu standar token bersama diterapkan penuh oleh seluruh provider, kamu bisa menggunakan prompt AI buat ngecek apakah file robots.txt kamu udah rapi dan nggak sengaja ngeblok bot pencari artikel.

Kamu bisa salin dan jalankan prompt berikut di tool AI favoritmu:

Prompt siap pakai
Saya adalah pemilik website berita dan artikel blog. Berikut adalah isi file robots.txt saya saat ini: [Tempel isi file robots.txt kamu di sini] Tolong analisa apakah aturan di atas sudah membedakan antara crawler untuk pencarian web (seperti Googlebot dan Bingbot) dengan crawler untuk AI training (seperti GPTBot dan ClaudeBot). Pastikan tidak ada kesalahan sintaks yang membuat website saya hilang dari indeks pencarian mesin pencari.

Dampak Standar Baru Ini untuk Ekosistem Web di Indonesia

Buat ekosistem digital di Indonesia — mulai dari media online lokal, blog kreator, hingga website portal korporat — kesepakatan raksasa teknologi ini punya beberapa dampak nyata:

  • Efisiensi Kerja Developer dan Tim IT: Tim teknis web di Indonesia nggak perlu lagi buang-buang waktu memperbarui file konfigurasi setiap kali ada startup AI baru yang meluncurkan web spider. Cukup pasang satu standar, selesai.
  • Kedaulatan Konten Lokal: Penerbit konten lokal yang punya kekayaan artikel budaya, resep, sastra, atau arsip jurnal berbahasa Indonesia kini punya tuas kendali yang lebih tegas. Mau berbagi data buat AI atau membatasi cuma buat pembaca manusia, pilihannya ada di tangan publisher.
  • Kepatuhan Privasi dan UU PDP: Bagi pengelola website UMKM dan korporat yang menayangkan profil atau direktori anggota, membatasi scraping AI bisa membantu meminimalkan risiko pengikisan data pribadi tanpa izin, sejalan dengan prinsip perlindungan data.
  • Infrastruktur Server Lebih Hemat Beban: Web crawler yang agresif menyedot ribuan halaman sering bikin server hosting lokal ngos-ngosan. Standar preferensi yang dihormati provider besar bakal mengurangi lalu lintas bot yang nggak diinginkan.

Bangun Aplikasi AI yang Aman Pakai Classai Router

Bagi kamu developer di Indonesia yang lagi ngebangun aplikasi cerdas, asisten virtual, atau pipeline analisis data, kamu nggak perlu repot mikirin scraper ilegal. Kamu bisa mengakses model-model terbaik secara resmi dan aman lewat API.

Lewat Classai Router, kamu bisa nyobain berbagai model frontier dengan satu API key. Mau pakai model penalaran kencang dari OpenAI seperti gpt-4o (Rp525 input / Rp2.700 output per 1M token) atau gpt-4.1 (Rp525 input / Rp2.700 output), sampai keluarga Claude dari Anthropic seperti claude-sonnet-5 (Rp3.210 input / Rp15.750 output) dan claude-haiku-4.5 (Rp900 input / Rp4.500 output), semuanya bisa dipanggil langsung tanpa perlu kartu kredit luar negeri.

Integrasinya gampang banget karena udah kompatibel penuh sama SDK OpenAI dan Anthropic. Kamu cukup ubah base URL ke router.classai.id/v1 dan bisa langsung top up saldo mulai Rp10.000 via QRIS atau virtual account bank lokal.

Sumber & referensi

  1. 01
  2. 02

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu standar opt out AI scraping baru di robots.txt?

Standar ini adalah sinyal bersama yang diusulkan via IETF agar pemilik website bisa menyampaikan preferensi penolakan data training ke banyak penyedia AI sekaligus. Kamu tidak perlu lagi menulis aturan terpisah untuk masing-masing bot AI.

Apakah memblokir crawler AI bikin website hilang dari Google Search?

Nggak, website kamu tetap aman dan muncul di hasil pencarian web biasa. Google dan Microsoft memisahkan antara crawler pencarian web konvensional dan crawler khusus AI training atau grounding.

Kapan standar opt out AI scraping ini mulai berlaku resmi?

Anthropic sudah menerapkan sinyal ini saat ini. OpenAI berencana mengimplementasikannya dalam beberapa bulan ke depan, sedangkan Google dan Microsoft menjadwalkan dukungannya pada tahun depan.

Apakah Meta ikut mematuhi standar sinyal scraping baru ini?

Meta menyatakan mendukung pembentukan sinyal bersama untuk efisiensi web, namun pihak Meta belum mengonfirmasi secara resmi apakah crawler mereka akan mematuhi sinyal tersebut saat beroperasi.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Daftar, isi saldo mulai puluhan ribu rupiah, dan panggil model AI pilihanmu dari kode yang sudah ada.

Ditulis oleh

Tim Engineering Classai

Pengembang Classai Router

Tim Engineering Classai membangun dan menjalankan Classai Router, gateway API AI yang kompatibel dengan format OpenAI dan Anthropic. Kami menulis panduan teknis dari pengalaman mengoperasikan API AI setiap hari.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Developer