Developer

Arsitektur Habitat OpenAI: Rahasia Storage ChatGPT untuk 1 Miliar User

Gimana cara OpenAI nyimpen data chat 1 miliar pengguna tanpa ambyar? Ini rahasia teknis platform storage Habitat dan Azure Cosmos DB yang bikin p50 latensi tembus 10 ms.

Tim Engineering Classai

· 9 menit baca

Ilustrasi arsitektur sistem storage database terdistribusi Habitat OpenAI untuk skala miliaran pengguna ChatGPT
Gambar: OpenAI

Inti singkat

  • Platform Habitat OpenAI mengelola lebih dari 500 petabyte data untuk 1 miliar pengguna di 40 kawasan Azure.
  • OpenAI kembali memakai model multi-tenancy berkat fitur hot key throttling, QoS, dan serverless baru Cosmos DB.
  • Kombinasi cache Valkey berbasis CDC Cosmos DB dan rewrite proxy ke Rust memangkas p50 latensi dari 120 ms ke 10 ms.
  • OpenAI tengah menyiapkan storage in-house berbasis RocksDB Cloud dan konsensus Raft demi skala exabyte masa depan.
Daftar isi6 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05
  6. 06

OpenAI baru aja membongkar rahasia dapur teknis di balik platform storage mereka yang bernama Habitat, sistem database yang melayani lebih dari 1 miliar pengguna ChatGPT di 40 kawasan global. Lewat tulisan teknis terbarunya, tim engineer OpenAI membeberkan bagaimana mereka merombak pengelolaan Azure Cosmos DB sampai berhasil memangkas p50 latensi baca global hingga 12 kali lipat lebih ngebut.

Banyak developer mikir tantangan terbesar ngebangun produk AI sekelas ChatGPT cuma ada di urutan model LLM dan GPU cluster. Padahal, urusan nyimpen riwayat obrolan, metadata autentikasi, workspace, dan state aplikasi buat ratusan juta orang secara bersamaan itu luar biasa rumit. Seperti dipaparkan dalam tulisan resmi OpenAI Engineering, platform bernama Habitat ini sekarang menampung lebih dari 500 petabyte (PB) data dan wajib merespons tiap query dalam hitungan milidetik.

Scaling Storage for 1 Billion ChatGPT Users (Part I) card image
Ringkasan kartu pengantar artikel bagian pertama yang mengupas awal mula evolusi Habitat dari library klien Python internal. · Sumber: OpenAI

Di artikel bagian kedua ini, Jon Lee, Hrachya Hakobyan, dan Chaomin Yu dari tim teknis OpenAI ngejelasin perjalanan mereka mengoptimalkan Azure Cosmos DB: mulai dari drama partisi jebol, insiden failover regional, sampai adopsi Rust dan arsitektur cache mirip Meta TAO. Yuk kita bedah pelajaran penting arsitektur Habitat OpenAI yang bisa kamu contek buat sistem backend kamu sendiri.

Panduan gratis · gratis

Panduan Cepat API AI untuk Developer

Dari request pertama sampai siap produksi: contoh kode, streaming, kontrol biaya, keamanan API key, dan penanganan error.

  • Contoh request dengan cURL, Python, dan JavaScript
  • Streaming dan format OpenAI vs Anthropic
  • Cara mengontrol biaya token
  • Checklist keamanan dan siap produksi

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Apa Itu Arsitektur Habitat OpenAI dan Kenapa Bikin Pusing?

Habitat awalnya cuma sekadar library klien Python sederhana bareng satu database. Seiring meledaknya pengguna ChatGPT dan produk OpenAI lainnya, Habitat berevolusi jadi layer platform storage terdistribusi multi-tenant yang jadi tulang punggung seluruh produk OpenAI. Prinsip rekayasa yang dipegang tim OpenAI sederhana: bikin sistemnya andal dulu (reliable), bikin cepat (fast), baru kemudian bikin murah dan efisien buat skala raksasa.

Komponen storage utama yang mereka pakai di bawah Habitat adalah Azure Cosmos DB. Skala pemakaiannya bener-bener gila: satu akun Cosmos DB terbesar milik OpenAI sanggup menampung puluhan petabyte data dan melayani trafik lebih dari 20 juta QPS (queries per second). OpenAI mengeklaim mereka adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang menjalankan Cosmos DB pada skala semasif itu.

Di Azure Cosmos DB, kapasitas throughput dihitung memakai satuan Request Units per second (RU/s). Data dipecah berdasarkan logical partition key, yang kemudian dipetakan ke physical partition. Nah, saat trafik dunia nyata mulai masuk dengan ratusan juta request baru tiap hari, asumsi dasar sistem mulai goyah dan memicu serangkaian masalah pelik.

Tiga Babak Perjalanan Multi-Tenancy di Habitat

Perjalanan tim OpenAI mengelola database ChatGPT ini tergolong unik karena bentuknya sirkular alias muter balik: dari multi-tenant, pecah jadi single-tenant, lalu balik lagi ke multi-tenant dengan pendekatan anyar.

FasePendekatan KontainerKelemahan UtamaSolusi Akhir
Fase I1 kontainer default barenganTabrakan logical partition key, masalah noisy neighbor, partisi fisik melemah (weak partitions).Pindah ke pemisahan kontainer per layanan.
Fase IISingle-tenant (kontainer terisolasi)Gagal manfaatin agregasi beban, kapasitas harus dihitung manual tiap tim, insiden SEV pas rilis fitur.Balik ke multi-tenant dengan perbaikan kontrol Azure.
Fase IIIMulti-tenant terpadu (co-managed)Kerumitan koordinasi bareng tim cloud Azure.Hot key throttling, QoS tiering, dan mode Serverless 10K RU/s.

Fase 1: Mengandalkan Primitif Bawaan Cosmos DB

Di awal, OpenAI ngebiarin semua beban masuk ke satu kontainer default di setiap akun dan percaya pada batas bawaan 10.000 RU/s per logical partition key. Ternyata, keputusan awal API yang membebaskan pemilihan partition key bikin bencana: key populer kayak user_id atau workspace_id dipakai barengan di banyak fitur produk berbeda. Satu user yang aktif banget bisa ngehabisin kuota throughput seluruh fitur.

Masalah makin parah karena batasan aslinya bukan ditegakkan di level logical partition, tapi di physical partition. Kalau satu key ramai (hot key), logical key tetangga yang kebetulan nempel di partisi fisik yang sama ikut kena getahnya alias jadi korban noisy neighbor. Fitur sampingan yang jarang dipakai malah bisa bikin alur login utama ngadat!

Ditambah lagi fenomena weak partitions: saat volume data membengkak, partisi fisik otomatis dipecah (split), tapi total RU yang dibeli tetap sama. Hasilnya, jatah RU per partisi fisik makin ciut seiring bertambahnya data. Beban penyimpanan blob bikin kapasitas baca-tulis anjlok walau jumlah request nggak naik.

Fase 2: Isolasi Total Pakai Kontainer Terpisah

Buat ngeredam masalah, OpenAI mulai misahin kontainer per fitur penting. Sayangnya, isolasi beban kerja ini bikin masalah organisasi baru. Setiap tim produk OpenAI dipaksa jadi peramal kapasitas (capacity planning). Waktu bikin fitur baru, mereka kerap lupa scale up kontainer sebelum peluncuran, alhasil pas hari rilis tim engineer malah terjebak di ruang darurat insiden (SEV room) buat naikin kuota RU secara tergesa-gesa.

Fase 3: Balik ke Multi-Tenancy Default yang Lebih Cerdas

Menyadari perencanaan kapasitas desentralisasi itu berantakan, OpenAI akhirnya bekerja bareng tim teknik Azure buat bikin tiga fitur penyelamat:

  1. Hot Key Throttling: Membatasi trafik cuma pada key yang kepanasan, biar nggak ngorbanin partisi fisik sekitarnya.
  2. Quality of Service (QoS): Membagi prioritas request. Beban kerja offline kayak bulk insert atau penarikan data bakal dipangkas duluan supaya trafik interaktif dari user ChatGPT tetap lancar jaya.
  3. Serverless Mode Baru: Azure Cosmos DB aslinya cuma ngasih batas 5K RU/s per partisi fisik dan cuma split berbasis storage. Tim Azure ngebuatkan mode khusus buat OpenAI yang bisa narik sampai 10K RU/s per partisi fisik dan bisa otomatis split berdasarkan lonjakan RU maupun kapasitas storage.

Pelajaran Mahal Saat Outage: Konsep Co-Managed Services

Ketika skala aplikasi kamu udah sebesar ChatGPT, istilah managed service dari penyedia cloud udah nggak bisa diartikan lepas tangan. Di akhir tahun 2024, pemadaman listrik menimpa kawasan utama Azure tempat salah satu akun raksasa Cosmos DB OpenAI bernaung. Waktu proses failover (pemindahan darurat) dijalankan, OpenAI dan tim Azure kaget karena proses pindah ke kawasan cadangan makan waktu berjam-jam—skala sebesar ini belum pernah diuji sebelumnya.

Sebulan berselang, insiden kedua meledak pas mereka mau balikin akun ke kawasan asal (failback). Klien Cosmos DB mode gateway mengalami keanehan: semua proses klien langsung menyerbu gateway kawasan asal sebelum partisi fisik selesai dipindah seluruhnya. Akibatnya terjadi fenomena connection stampede yang bikin sistem tumbang total.

Dari dua musibah itu, OpenAI dan Azure mengubah pola kerja jadi co-managed. Sekarang, mereka punya saluran Microsoft Teams langsung, bisa saling nge-page engineer tanpa perlu lewat antrean tiket customer support, dan bikin replika akun seukuran produksi khusus buat uji coba beban ekstrem. Keduanya juga rutin optimasi connection pooling di armada Python biar gateway Cosmos DB nggak gampang sesak napas.

Trik Pangkas Latensi Global p50 dari 120 ms ke 10 ms

Setelah urusan keandalan beres, tantangan berikutnya di tahun 2026 adalah latensi. Lebih dari 90% trafik di Habitat adalah operasi baca (read-heavy). Pengguna ChatGPT tersebar di seluruh penjuru dunia, sementara kapasitas data center sering kali terbatas di wilayah tertentu. Buat ngatasin kendala fisik ini, arsitektur Habitat OpenAI menerapkan 4 lapisan optimasi:

  1. Taruh Data Dekat User: Akun Cosmos DB disebar di region tempat user berada, terutama buat kepatuhan data residensi. Tapi karena keterbatasan listrik dan pendingin di beberapa data center, OpenAI harus pintar-pintar milih: kapasitas dipakai buat compute inferensi atau buat storage.
  2. Replikasi Luas Data Mini yang Kritis: Dataset mungil yang sering dibaca setiap detik (seperti metadata login dan token autentikasi) direplikasi penuh ke seluruh 40 region Azure atau minimal satu region per benua.
  3. Cache Lookaside Pakai Valkey dan CDC: Menyimpan data yang sering diakses di server Valkey dekat user. Biar cache nggak basi (stale), OpenAI nggak cuma mengandalkan batas waktu TTL, melainkan memanfaatkan Change Data Capture (CDC) via change feed Cosmos DB ala sistem TAO milik Meta. Kalau ada data berubah, dalam hitungan detik cache lokal langsung dihapus secara otomatis.
  4. Bongkar Proxy ke Rust: OpenAI menulis ulang kode layanan Habitat dari Python ke Rust, yang sukses membuang overhead pemrosesan internal.

Kombinasi trik di atas bikin nilai median (p50) latensi baca global OpenAI melorot drastis dari kisaran 120 ms menjadi cuma 10 ms alias 12 kali lipat lebih gesit.

Fondasi CDC dan Rencana Bikin Storage Exabyte Sendiri

Sistem CDC di balik Habitat bukan cuma dipakai buat ngosongin cache. Dengan jutaan perubahan baris per detik di jutaan partisi, CDC menyalurkan data lewat lebih dari 100 topik Apache Kafka untuk kebutuhan pencarian sekunder, analisis offline, dan pergerakan data antar-region.

Biar developer internal nggak ribet mikirin plumbing Kafka dan worker, tim infrastruktur membuat platform kontrol internal. Developer cuma tinggal daftarin fungsi callback yang mau dijalankan saat ada baris data berubah. Tim OpenAI bahkan memodifikasi langsung Azure CDC SDK supaya checkpoint disimpan dulu di memori dan baru di-flush berkala ke storage, sehingga konsumsi resource jauh lebih hemat.

Buat menyambut 1 miliar pengguna berikutnya, OpenAI merasa Cosmos DB bakal ketemu batas efisiensi biayanya. Makanya, mereka mengumumkan lagi membangun sistem storage internal berskala exabyte. Sistem baru ini menggabungkan mesin RocksDB Cloud dari Rockset dengan replikasi berbasis konsensus Raft, memakai model dokumen yang sama persis kayak Cosmos DB tapi memakai disaggregated storage buat menghemat belanja flash storage.

Rethinking the ad stack around a new user journey — Art card
Rujukan arsitektur ad-stack ChatGPT yang juga mengandalkan fondasi data pengguna dengan performa tinggi. · Sumber: OpenAI
Jalapeño inference — Art Card
Arsitektur inferensi berkecepatan tinggi Jalapeño yang bekerja berdampingan dengan lapisan storage Habitat. · Sumber: OpenAI

Dampak Nyata untuk Arsitektur Aplikasi di Indonesia

Inovasi di balik skalabilitas ChatGPT ini ngasih banyak pelajaran berharga buat developer, tech lead, dan penggiat startup di Indonesia yang lagi ngebangun aplikasi dengan basis pengguna besar:

  1. Pemisahan Tenant Nggak Selalu Harus Bikin Database Baru: Banyak tim di Indonesia terburu-buru bikin database atau kontainer terpisah buat tiap klien enterprise. Ternyata, kalau kontrol QoS dan penanganan hot key database kamu udah matang, model multi-tenant barengan jauh lebih hemat biaya dan gampang diatur ketimbang pusing ngurus puluhan instance terisolasi.
  2. Kesiapan Regulasi Data Residensi (UU PDP): Buat industri keuangan atau kesehatan di Indonesia yang terikat aturan penempatan data lokal, pendekatan Habitat yang memisahkan dataset sensitif ke region lokal sementara data umum memakai replikasi global bisa jadi acuan desain arsitektur yang pas.
  3. Transisi Python ke Rust di Lapisan I/O Kritis: Kalau microservice kamu udah mulai kewalahan nanganin konkurensi jutaan request, meniru langkah OpenAI mem-porting proxy I/O ke Rust adalah cara ampuh nurunin latensi tanpa harus mengubah logika bisnis utama.

Bagi kamu yang lagi bereksperimen mengintegrasikan model AI ke dalam aplikasi tanpa mau ribet mikirin latensi jaringan antar-benua, kamu bisa mencoba integrasi lewat Classai Router. Kamu bisa memanggil model OpenAI terkini seperti gpt-4o (Rp525 / 1M token input) atau gpt-4.1 (Rp525 / 1M token input) menggunakan SDK standar OpenAI secara langsung dan transparan.

Buat tim engineering yang pengin memperdalam keterampilan arsitektur AI agent dan optimasi backend, kamu juga bisa melihat modul praktis di kelas AI untuk Developer. Kamu juga bisa membandingkan pola komunikasi antar-agen di artikel kami tentang arsitektur multi-agent AI di skala produksi.

Kalau kamu pengin mengeksplorasi strategi caching CDC mirip Habitat di sistem kamu sendiri, berikut contoh prompt yang bisa kamu pakai buat berdiskusi bareng model AI favoritmu:

Prompt siap pakai
Saya sedang merancang arsitektur database multi-tenant untuk aplikasi berbasis web dengan rasio baca 85% dan tulis 15%. Tolong berikan analisis arsitektur:1. Desain skema cache invalidation berbasis Change Data Capture (CDC) dan message broker (Kafka/RabbitMQ) mirip konsep arsitektur Habitat OpenAI.2. Cara mencegah masalah noisy neighbor dan penanganan hot partition key pada database NoSQL terdistribusi.3. Strategi failover multi-region yang aman dari connection stampede saat proses failback.Berikan contoh diagram alur data dalam format teks dan langkah mitigasi teknisnya.

Sumber & referensi

  1. 01

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu arsitektur Habitat OpenAI?

Habitat adalah platform storage online internal OpenAI yang bertugas mengelola data aplikasi, riwayat percakapan, dan metadata untuk 1 miliar lebih pengguna ChatGPT. Sistem ini menggunakan Azure Cosmos DB sebagai storage utama yang dipadukan dengan layer proxy dan cache terdistribusi.

Kenapa OpenAI beralih dari single-tenant kembali ke multi-tenancy?

Pendekatan single-tenant dengan kontainer terpisah bikin overhead manajemen kapasitas terlalu berat untuk masing-masing tim produk. Dengan bantuan fitur hot key throttling, Quality of Service (QoS), dan serverless baru di Cosmos DB, sistem multi-tenant terbukti jauh lebih efisien dan stabil.

Bagaimana cara OpenAI memangkas latensi baca hingga 10 ms?

OpenAI menempatkan server cache Valkey dekat pengguna, memakai Change Data Capture (CDC) via change feed Cosmos DB untuk menghapus cache yang kedaluwarsa secara instan, serta menulis ulang layer proxy Habitat dari Python ke bahasa Rust.

Database apa yang dipakai ChatGPT untuk menyimpan percakapan?

ChatGPT mengandalkan platform penyimpanan Habitat yang didukung oleh Azure Cosmos DB sebagai basis data utama, cache terdistribusi Valkey, streaming Kafka, serta sistem penyimpanan internal berbasis RocksDB Cloud yang sedang dikembangkan.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Daftar, isi saldo mulai puluhan ribu rupiah, dan panggil model AI pilihanmu dari kode yang sudah ada.

Ditulis oleh

Tim Engineering Classai

Pengembang Classai Router

Tim Engineering Classai membangun dan menjalankan Classai Router, gateway API AI yang kompatibel dengan format OpenAI dan Anthropic. Kami menulis panduan teknis dari pengalaman mengoperasikan API AI setiap hari.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Developer