Uber Agen AI Cuma Dapat 4 Order: Hype vs Realita Lapangan
Banyak yang bilang agen AI bakal gantiin aplikasi ride-hailing, tapi laporan terbaru Uber bikin kaget: pesanan lewat asisten mandiri cuma segelintir.
· 5 menit baca

Inti singkat
- Pemesanan Uber lewat agen AI pihak ketiga pada kuartal ketiga cuma mencapai 4 perjalanan.
- Pesanan Uber Eats via agen AI tercatat sekitar 500 order dari 320 juta total transaksi.
- Aplikasi langsung masih dipilih karena memesan taksi cuma butuh rata-rata 50 detik.
- Uber tetap membuka kerja sama sambil menyiapkan asisten AI mandiri di dalam aplikasinya.
Daftar isi5 bagian
- 01
- 02
- 03
- 04
- 05
Uber baru aja ngumumin data mengejutkan soal pemesanan lewat pihak ketiga: cuma ada empat pesanan taksi yang masuk lewat agen AI sepanjang kuartal ketiga 2026. Angka mini ini ngebuktiin kalau gelombang adopsi agen AI untuk transaksi belanja harian ternyata belum ngegeser kebiasaan buka aplikasi langsung.
Kabar ini dibocorkan langsung oleh para petinggi Uber dalam panggilan laporan keuangan kuartal ketiga mereka, seperti dilaporkan oleh The Verge. Selama ini, banyak analis memprediksi kalau agen pintar macam Dots dari OpenAI atau Muse bikinan Meta bakal bikin platform seperti Uber atau DoorDash kehilangan kontak langsung sama pelanggan. Istilah kerennya: disintermediasi, di mana pengguna cukup nyuruh AI tanpa perlu repot buka aplikasi aslinya lagi.
Tapi realita di lapangan justru berkata sebaliknya. Meski obrolan soal agen otonom lagi panas-panasnya, orang-orang ternyata masih jauh lebih nyaman mencet layar ponsel mereka sendiri.
Checklist gratis · gratis
Checklist 30 Hari Belajar AI untuk Kerja
Rencana harian 15–30 menit untuk menjadikan AI kebiasaan kerja, lengkap dengan tracker waktu yang dihemat.
- Rencana 30 hari yang bisa dicicil 15–30 menit sehari
- Checklist harian dari fondasi sampai workflow
- Tracker untuk mengukur jam kerja yang dihemat
- Ide portofolio untuk menunjukkan skill AI-mu
Angka Riil Uber Agen AI: Cuma 4 Taksi dan 500 Pesanan Makanan
Dalam paparan ke para analis Wall Street yang juga dicatat oleh TechCrunch, Chief Financial Officer Uber Balaji Krishnamurthy ngebeberin angka riilnya. Selama pekan tersibuk di bulan Oktober, pas perayaan Halloween, Uber menangani sekitar 320 juta perjalanan dan pesanan antar.
Dari ratusan juta transaksi itu, kontribusi agen pintar pihak ketiga bener-bener nggak kelihatan di grafik:
| Jenis Layanan | Total Transaksi (Minggu Halloween) | Dipesan Lewat Agen AI |
|---|---|---|
| Uber Taksi / Rides | Bagian dari 320 juta | 4 perjalanan |
| Uber Eats | Bagian dari 320 juta | Sekitar 500 pesanan |
CEO Uber Dara Khosrowshahi mengakui kalau adopsi ini masih di tahap yang amat mula. Dara bilang, "Ini bener-bener masih sangat awal dan traksi yang kita lihat sejauh ini masih sangat terbatas. Tapi tentu saja, kita berharap traksinya bakal nambah."
Pesaing mereka, DoorDash, minggu sebelumnya juga ngelaporin hal yang mirip. Mereka cuma nerima beberapa ratus pesanan dari bot mandiri, sementara jutaan pembeli lainnya tetap milih mampir ke aplikasi DoorDash langsung.
Kenapa Pengguna Masih Ogah Pakai Agen AI Belanja?
Ada alasan praktis kenapa orang belum beralih ke agen AI belanja. Dara Khosrowshahi ngejelasin kalau rata-rata waktu yang dibutuhin seseorang buat pesen taksi lewat aplikasi Uber cuma 50 detik. Kalau mau pesen ulang makanan favorit di Uber Eats, waktunya cuma butuh 90 detik.
Ketika proses manual udah seringkas itu, manggil agen AI belum tentu ngasih jalan pintas yang lebih cepet. Malah, sering kali nyuruh bot butuh konfirmasi ulang, ngecek alamat jemput yang pas, sampai milih variasi menu yang rawan salah tangkap.
Selain itu, gesekan teknis juga masih berasa. Pengguna harus ngasih izin akses akun, nyambungin kartu pembayaran, dan percaya kalau asisten AI nggak bakal salah pesan menu yang bikin boncos. Meta Muse emang sempat melejit jadi aplikasi nomor satu di App Store Amerika Serikat dengan klaim tembus 10 juta pengguna, dan startup agen belanja kayak Instinct valuasinya udah tembus $10 miliar. Tapi dari download ke transaksi nyata di dunia nyata, jurangnya masih lebar.
Strategi Uber: Rangkul Mitra Sambil Pasang Kuda-kuda Sendiri
Uber sendiri nggak mau kelewat defensif. Dara nyebut kalau saat ini ada sekitar delapan asisten AI utama di pasar, dan jumlahnya kemungkinan bakal nembus lebih dari 10. Menurut dia, hampir setiap perusahaan pembuat sistem AI lagi ngobrol bareng Uber buat integrasi.
Di sisi lain, Uber juga ngebangun pertahanan sendiri biar pengguna nggak kabur ke chatbot lain. Awal tahun ini, mereka udah ngeluncurin fitur Cart Assistant di Uber Eats. Pengguna tinggal unggah foto resep masakan atau ketik teks biasa, lalu bot bawaan Uber bakal langsung nyusun daftar belanjaan bahan makanan secara otomatis di aplikasi.
Dampak Nyata Buat Bisnis dan Developer di Indonesia
Fenomena minimnya pesanan via agen di Uber ngasih sinyal jernih buat pelaku bisnis, UMKM, dan pengembang teknologi di Indonesia:
- Aplikasi direct-to-consumer masih jadi raja: Pengguna di Indonesia terbiasa dengan promo, kemudahan e-wallet lokal, dan pilihan visual. Mengabaikan pengalaman di aplikasi mobile demi ngejar tren bot mandiri jelas langkah yang keliru.
- Kesiapan data dan API: Kalau kamu punya bisnis kuliner atau toko online, pastikan sistem inventaris dan katalog kamu rapi. Nanti saat ekosistem asisten otonom makin matang, tokomu udah siap dicolok ke API mana pun.
- Jangan telan hype mentah-mentah: Agen otonom emang masa depan yang menarik, tapi fase sekarang baru tahap eksperimen awal. Mengukur return on investment (ROI) tetap wajib jadi pertimbangan nomor satu, mirip kasus Credit Saison yang cermat berhitung AI.
Kalau kamu pengin paham gimana cara memetakan teknologi AI ke dalam alur kerja bisnis tanpa kejebak biaya operasional yang sia-sia, kamu bisa belajar bareng mentor praktisi lewat kelas AI untuk Pemilik Bisnis & UMKM.
3 Langkah Menyiapkan Sistem Bisnis Menghadapi Agen AI
Biar bisnis kamu nggak kagok waktu ekosistem agen belanja bener-bener meluas, ada tiga langkah awal yang realistis buat disiapin mulai sekarang:
- Rapikan struktur katalog produk: Susun deskripsi, varian harga, dan status stok dalam format data yang terstruktur. Agen AI nggak bisa nebak menu atau barang kalau deskripsinya berantakan.
- Singkat alur checkout: Pelajari waktu transaksi pelangganmu. Kalau Uber bisa 50 detik, coba evaluasi seberapa banyak klik yang dibutuhin pembeli kamu dari milih barang sampai bayar.
- Uji coba integrasi model bahasa cerdas: Buat tim teknis yang mau nyobain integrasi bot layanan pelanggan atau pemroses data, manfaatkan model fleksibel lewat Classai Router. Kamu bisa nyobain model kayak Claude Sonnet 5.5 seharga Rp3.600 per 1 juta token input atau GPT-4o di tarif Rp525 per 1 juta token tanpa pusing kartu kredit luar negeri.
Sumber & referensi
- 01
The Verge · 4 November 2026
Uber only fulfilled 4 rides from AI agents last quarter - 02
TechCrunch · 5 November 2026
Almost no one uses AI agents to book their Uber, company says
Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa banyak pesanan Uber yang dilakukan lewat agen AI?
Sepanjang kuartal ketiga 2026, Uber mencatat cuma ada 4 pesanan taksi yang masuk lewat agen AI pihak ketiga. Sementara untuk pesanan makanan di Uber Eats, jumlahnya sekitar 500 pesanan selama pekan Halloween.
Kenapa transaksi Uber lewat agen AI masih sedikit?
Pemesanan manual lewat aplikasi Uber dinilai masih jauh lebih cepat dan praktis, dengan rata-rata waktu pesan taksi cuma 50 detik dan pesan ulang makanan 90 detik. Selain itu, integrasi agen AI pihak ketiga masih punya banyak hambatan teknis.
Apakah DoorDash juga mengalami hal yang sama terkait agen AI?
Ya, DoorDash juga melaporkan bahwa pesanan yang masuk melalui agen AI mandiri baru mencapai beberapa ratus pesanan saja, karena sebagian besar pelanggan tetap memilih belanja langsung via aplikasinya.
Apa langkah Uber menghadapi maraknya agen AI?
Uber tetap membuka komunikasi kerja sama dengan berbagai pengembang sistem AI luar, sekaligus mengembangkan fitur AI internal sendiri seperti Cart Assistant di Uber Eats untuk menyusun daftar belanja dari foto resep.

Classai Weekly
dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB
Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.
- 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
- Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
- 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
- Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan
Langkah berikutnya
Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.
Belajar langsung dengan studi kasus pekerjaanmu — dipandu langkah demi langkah, dalam bahasa Indonesia.
Ditulis oleh
Editor panduan AI untuk kerja
Tim Redaksi Classai menulis panduan memakai AI untuk pekerjaan sehari-hari profesional Indonesia. Setiap prompt dan langkah di artikel kami dicoba langsung di tools aslinya sebelum terbit, lalu diperbarui saat tools berubah.


