Bisnis

Epic Games Beralih ke AI: Bikin Game Tanpa Ngetik Kode Lagi?

Epic Games dikabarkan beralih ke konsep AI first buat proyek kolaborasi Disney bernilai $1,5 miliar. Programmer kabarnya nggak bakal nulis kode manual lagi.

Tim Engineering Classai

· 5 menit baca

Ilustrasi logo Epic Games dan konsep pengembangan game berbasis teknologi kecerdasan buatan AI
Gambar: Ars Technica

Inti singkat

  • Epic Games mengubah strategi proyek game kolaborasi bareng Disney menjadi pendekatan AI first.
  • Model kecerdasan buatan seperti Claude dari Anthropic ditugaskan menulis seluruh kode dan memandu aset visual.
  • Developer manusia beralih peran menjadi pengelola dan pemandu output yang dibuat model AI.
  • Proyek game shooter Marvel dan Star Wars senilai $1,5 miliar ini ditunda tanpa batas waktu karena progres yang melambat.
Daftar isi5 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05

Epic Games dikabarkan mengubah haluan proyek game Disney bernilai $1,5 miliar menjadi model pengembangan AI first, di mana seluruh kode dan aset visual bakal digarap langsung oleh model AI. Langkah radikal ini menandai perubahan besar dalam cara studio raksasa ini membangun game masa depan.

Kabar mengejutkan ini pertama kali diungkap lewat laporan Bloomberg yang dikutip oleh Ars Technica. Studio pembuat Unreal Engine dan Fortnite ini kabarnya nggak lagi mau karyawannya memprogram secara konvensional untuk proyek kolaborasi besar tersebut. Kalau kamu penasaran kenapa studio sekelas Epic Games berani mengambil risiko ini dan apa dampaknya, yuk kita bedah faktanya.

Checklist gratis · gratis

Checklist 30 Hari Belajar AI untuk Kerja

Rencana harian 15–30 menit untuk menjadikan AI kebiasaan kerja, lengkap dengan tracker waktu yang dihemat.

  • Rencana 30 hari yang bisa dicicil 15–30 menit sehari
  • Checklist harian dari fondasi sampai workflow
  • Tracker untuk mengukur jam kerja yang dihemat
  • Ide portofolio untuk menunjukkan skill AI-mu

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Apa yang Terjadi di Balik Strategi AI First Epic Games?

Kerja sama antara Epic Games dan The Walt Disney Company pertama kali diumumkan pada awal 2024 dengan nilai investasi raksasa sebesar $1,5 miliar. Rencana awalnya cukup jelas: mereka ingin membangun game shooter bertema Marvel dan Star Wars yang dijadwalkan meluncur pada Maret 2027.

Namun, menurut sumber internal yang mengetahui detail proyek ini, arah pengembangan game tersebut kini berputar 180 derajat. Epic Games memutuskan untuk mencoba pendekatan serba otomatis dalam membangun keseluruhan sistem game. Alih-alih tim programmer menyusun baris kode satu per satu, model bahasa besar (LLM) diserahi tanggung jawab utama untuk menulis seluruh basis kode permainan.

Strategi ini nggak cuma menyentuh bagian logika pemrograman. Aset seni visual dan arahan grafis untuk game ini juga diarahkan menggunakan alur kerja generative AI secara penuh. Ini adalah salah satu eksperimen terbesar yang pernah dilakukan oleh publisher game kelas atas.

Nggak Ada Lagi Kode Manual: Peran Baru Developer Manusia

Pesan internal karyawan Epic yang dilihat oleh Bloomberg memuat arahan yang sangat tegas: tidak ada lagi kode yang ditulis tangan secara manual (no more hand-written code). Selain itu, semua aset seni visual diwajibkan dibuat lewat alur kerja AI penuh (full AI workflows).

Lalu, apa yang dikerjakan oleh developer manusia kalau semua kode diketik oleh mesin? Peran mereka bergeser drastis:

  1. Menjadi supervisor prompt dan arsitektur: Pengembang manusia bertugas mengelola perintah, menyusun alur sistem, dan mengawasi hasil kerja model AI.
  2. Memandu model AI seperti Claude: Laporan internal menyebutkan bahwa model seperti Claude buatan Anthropic digunakan langsung untuk menghasilkan kode dan aset visual.
  3. Kurasi dan kontrol kualitas: Tim manusia bertugas memeriksa apakah kode yang dihasilkan bekerja tanpa error dan aset visual yang muncul sesuai dengan standar visual game.

Perubahan ini menunjukkan kalau developer game nggak lagi bekerja sebagai pembuat teknis langsung, melainkan beralih menjadi manajer yang mengarahkan agen AI sepanjang proses produksi.

Gamenya Malah Ditunda: Realita di Balik Ambisi AI First

Meskipun terdengar futuristis dan menjanjikan efisiensi tinggi, transisi mendadak ke sistem otomatis penuh ini ternyata nggak berjalan mulus. Game shooter Marvel dan Star Wars yang semula dijadwalkan rilis Maret 2027 kini resmi ditunda tanpa batas waktu (delayed indefinitely).

Ada beberapa kendala nyata yang memicu penundaan ini menurut laporan yang beredar:

Rencana Awal Proyek DisneyRealita Pergeseran AI Saat Ini
Target rilis resmi Maret 2027Proyek ditunda tanpa batas waktu
Tim programmer nulis kode manualLarangan nulis kode manual (no hand-written code)
Pengerjaan aset art secara konvensionalWajib menggunakan full AI workflows
Jadwal produksi terencana rapiPengembangan melambat dan tim kekurangan staf (understaffed)

Perombakan struktur kerja akibat adopsi AI mendadak bikin ritme kerja tim goyah. Ditambah lagi dengan kondisi tim yang kekurangan staf, kecepatan pengembangan ternyata jauh lebih lambat dari yang mereka perkirakan sebelumnya. Kasus ini membuktikan bahwa menyerahkan segalanya ke AI dalam proyek skala raksasa bukan jaminan bikin produksi otomatis jadi lebih kilat.

Dampak Nyata buat Developer dan Studio Game di Indonesia

Kabar dari Epic Games ini ngasih sinyal kuat buat industri kreatif dan developer di Indonesia. Perubahan peran programmer menjadi manajer model AI bukan lagi wacana fiksi ilmiah, tapi sudah mulai diterapkan oleh raksasa teknologi global.

Buat studio game lokal, kreator, maupun developer software di tanah air, ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil:

  • Skill mengarahkan AI makin krusial: Kemampuan memahami logika model AI, menyusun konteks, dan mengecek output kode kini sama pentingnya dengan kemampuan membaca sintaks dasar.
  • Jangan terburu-buru memangkas tim: Pelajaran dari kasus Epic Games memperlihatkan bahwa mengandalkan AI tanpa staf manusia yang cukup justru menghambat pengiriman produk. AI butuh pengawasan ketat dari ahli yang paham teknis.
  • Evaluasi tools coding AI secara bijak: Memanfaatkan model bahasa pintar memang mempercepat pembuatan prototipe, tapi arsitektur besar tetap butuh perencanaan manusia yang matang.

Kamu juga bisa membaca ulasan kami seputar Claude AI untuk memahami kemampuan dan cara kerja model Anthropic yang banyak dipakai studio global.

Nyobain Model AI Coding Lewat Classai Router

Kalau kamu seorang developer, pemilik bisnis teknologi, atau tech lead yang pengin menguji seberapa andal model AI untuk membantu alur kerja coding harian, kamu nggak perlu repot berlangganan kartu kredit luar negeri.

Kamu bisa langsung mencoba berbagai model kelas atas lewat Classai Router. Cukup pakai satu API key yang kompatibel dengan format SDK standar, kamu bisa bergantian mengetes model reasoning dan coding terbaik sesuai kebutuhan proyekmu:

  • Claude Sonnet 5.5 (Anthropic): Rp6.750 per 1 juta token input dan Rp33.750 per 1 juta token output — sangat tangguh buat urusan logika kode dan penulisan sistematis.
  • Claude Opus 5.5 (Anthropic): Rp4.500 per 1 juta token input dan Rp22.500 per 1 juta token output — opsi berbobot buat pemecahan masalah teknis yang butuh ketelitian tinggi.
  • Claude Haiku 5.5 (Anthropic): Rp180 per 1 juta token input dan Rp840 per 1 juta token output — super cepat dan murah buat tugas otomatisasi ringan.

Semua biaya tercatat transparan dalam rupiah dan bisa kamu top up mulai dari Rp10.000 lewat QRIS atau transfer bank lokal tanpa komitmen langganan bulanan.

Sumber & referensi

  1. 01

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di [email protected].

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa maksud strategi AI first yang diterapkan Epic Games?

Strategi AI first di Epic Games berarti membiarkan model AI menulis semua kode pemrograman dan mengarahkan pembuatan aset visual. Pengembang manusia tidak lagi menulis kode secara manual, melainkan bertindak sebagai pengelola dan pemandu output yang dihasilkan AI.

Model AI apa yang dipakai Epic Games untuk membuat game Disney?

Menurut laporan internal yang diungkap Bloomberg, Epic Games menggunakan model kecerdasan buatan seperti Claude buatan Anthropic untuk menghasilkan kode program serta memandu alur kerja pembuatan aset visual.

Kenapa game kolaborasi Disney dan Epic Games ditunda?

Proyek game shooter bertema Marvel dan Star Wars ini ditunda tanpa batas waktu karena adanya perombakan alur kerja terkait AI, kondisi tim yang kekurangan staf, serta proses pengembangan yang ternyata berjalan jauh lebih lambat dari target awal.

Berapa nilai proyek kolaborasi antara Epic Games dan Disney?

Kolaborasi antara Epic Games dan The Walt Disney Company bernilai investasi sebesar $1,5 miliar yang pertama kali diumumkan ke publik pada awal tahun 2024.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Daftar, isi saldo mulai puluhan ribu rupiah, dan panggil model AI pilihanmu dari kode yang sudah ada.

Ditulis oleh

Tim Engineering Classai

Pengembang Classai Router

Tim Engineering Classai membangun dan menjalankan Classai Router, gateway API AI yang kompatibel dengan format OpenAI dan Anthropic. Kami menulis panduan teknis dari pengalaman mengoperasikan API AI setiap hari.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Bisnis