Bisnis

Capcom Bikin Game Pakai AI: Rencana Besar RE Engine

Capcom lagi nyiapin masa depan di mana developer dan AI bareng-bareng bikin game lewat RE Engine — tapi ada satu batasan tegas yang nggak mau dilanggar.

Tim Engineering Classai

· 5 menit baca

Ilustrasi Capcom dan RE Engine dengan tema integrasi AI dalam pengembangan game
Gambar: The Verge

Inti singkat

  • Capcom umumin rencana integrasi AI ke development workflow lewat presentasi di Capcom Open Conference RE: 2026.
  • Programmer Satoshi Ishida bilang RE Engine mau diubah pelan-pelan jadi 'AI-generation game engine'.
  • Capcom tetap tegas nggak akan pakai AI-generated assets di game-nya, fokusnya cuma di efisiensi proses kerja.
  • Alasannya karena produksi game sekelas Resident Evil bikin tugas sederhana jadi makan waktu banget.
  • Capcom pengin menuju masa depan di mana developer dan AI bikin game bareng-bareng.
Daftar isi5 bagian
  1. 01
  2. 02
  3. 03
  4. 04
  5. 05

Capcom lagi nyiapin rencana besar buat masukin AI ke proses bikin game mereka lewat RE Engine, tapi dengan satu batasan jelas: nggak akan pakai AI-generated assets di game jadinya. Rencana ini diumumin langsung di acara internal Capcom, bukan cuma wacana doang.

Seperti dilaporkan The Verge, programmer Capcom bernama Satoshi Ishida ngasih presentasi panjang di Capcom Open Conference RE: 2026 dengan judul yang cukup teknis: "The Outlook and Future of the REX Project, Further Evolving the RE Engine for the Next Generation". Intinya, Capcom lagi mikirin gimana caranya bikin game sekelas Resident Evil tanpa bikin timnya kelelahan ngerjain hal-hal yang sebenarnya repetitif.

Checklist gratis · gratis

Checklist 30 Hari Belajar AI untuk Kerja

Rencana harian 15–30 menit untuk menjadikan AI kebiasaan kerja, lengkap dengan tracker waktu yang dihemat.

  • Rencana 30 hari yang bisa dicicil 15–30 menit sehari
  • Checklist harian dari fondasi sampai workflow
  • Tracker untuk mengukur jam kerja yang dihemat
  • Ide portofolio untuk menunjukkan skill AI-mu

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Apa yang Diumumkan Capcom di Open Conference RE: 2026?

Di presentasi itu, Ishida ngomongin tantangan nyata yang dihadapi studio sekelas Capcom. Bikin game se-skala Resident Evil itu bikin tugas-tugas yang kelihatannya simpel jadi makan waktu lama banget kalau dikerjain manual satu-satu. Solusi yang ditawarin Ishida adalah integrasi teknologi AI ke dalam development workflow.

Ini bukan cuma soal bikin kerjaan developer lebih cepat. Ishida sampai bikin rencana jangka panjang buat ubah RE Engine — engine yang dipakai buat bikin Resident Evil, Pragmata, dan banyak game Capcom lain — secara bertahap jadi apa yang disebutnya "AI-generation game engine".

RE Engine Mau Jadi 'AI-Generation Game Engine', Maksudnya Gimana?

Menurut terjemahan IGN yang dikutip The Verge, Ishida bilang tujuan akhirnya adalah menuju "a future where we create games together with AI" — masa depan di mana developer dan AI bikin game bareng-bareng. Ini kedengarannya ambisius, tapi Ishida sendiri bilang perubahan ini bakal dilakuin pelan-pelan dan bertahap, bukan langsung ganti semua proses sekaligus.

Jadi bukan berarti besok RE Engine langsung jadi engine yang full otomatis. Lebih ke arah penambahan kemampuan AI step by step ke dalam alur kerja yang udah ada, biar developer Capcom punya alat bantu buat ngerjain bagian-bagian yang makan waktu.

Capcom Bikin Game Pakai AI, Tapi Tolak AI-Generated Assets

Ini bagian yang penting banget buat dipahami. Capcom sebelumnya udah bilang dengan tegas kalau mereka nggak akan pakai AI-generated assets di game mereka. Artinya, aset kayak visual, karakter, atau konten final yang dipakai pemain tetap dikerjain manusia, bukan hasil generate AI mentah-mentah.

Komentar Ishida di presentasi ini kelihatannya sejalan sama sikap itu — fokusnya tetap di efisiensi proses kerja, bukan ganti kerjaan kreatif manusia pakai AI. Tapi The Verge juga nyatet kalau pernyataan Ishida tentang "AI-generation game engine" ini kedengaran membuka pintu buat pemakaian AI yang lebih luas ke depannya. Jadi ada semacam garis tipis antara "pakai AI buat bantu kerja" dan "pakai AI buat bikin konten akhir" yang kelihatannya masih terus dijaga Capcom.

Menariknya lagi, ironi kecil muncul dari sini: Pragmata, game Capcom yang lagi dikembangin, justru ceritanya soal horor teknologi AI. Tapi di dunia nyata, studio yang bikin game itu nggak terlalu anti sama teknologinya sendiri.

Kenapa Industri Game Butuh AI di Development Workflow?

Alasan Capcom cukup masuk akal kalau dilihat dari skala produksi game modern. Game AAA kayak Resident Engine series itu butuh ribuan aset, animasi, sistem, dan testing yang berulang. Kalau tugas-tugas repetitif ini bisa dibantu AI, developer bisa fokus ke bagian yang benar-benar butuh keputusan kreatif.

Menurut kami, ini jadi contoh gimana studio game besar mulai mikirin AI bukan sebagai pengganti tim kreatif, tapi sebagai alat bantu di balik layar. Pola ini sebenarnya mirip sama yang terjadi di dunia software development secara umum, di mana coding assistant berbasis AI udah jadi hal biasa buat ngebantu developer ngerjain kode berulang.

Dampak Buat Developer dan Industri Game Indonesia

Buat developer game atau studio indie di Indonesia, cerita Capcom ini bisa jadi gambaran arah industri ke depan. Studio besar kayak Capcom aja udah mulai nyoba masukin AI ke pipeline development mereka — bukan buat gantiin tim, tapi buat bikin proses kerja lebih efisien di bagian-bagian yang makan waktu.

Kalau kamu kerja di tim developer game atau software kecil, ini momen yang pas buat mulai belajar gimana AI bisa dipakai di workflow coding sehari-hari, misalnya buat debugging, nulis skrip berulang, atau bantu dokumentasi teknis. Kamu bisa baca lebih lanjut soal dasar-dasarnya di apa itu API AI atau soal skill yang makin dicari di skill AI yang dicari di lowongan kerja.

Cara Mulai Eksperimen AI di Workflow Development

  1. Mulai dari tugas kecil yang repetitif — kayak nulis skrip testing atau dokumentasi kode — sebelum masuk ke sistem yang kompleks.
  2. Pilih model AI yang emang didesain buat coding, bukan cuma chatbot umum.
  3. Coba integrasikan lewat API biar bisa dipasang ke tools internal tim, bukan cuma dipakai manual satu-satu.
  4. Evaluasi hasilnya secara berkala, terutama buat bagian yang berpengaruh ke kualitas produk akhir.

Kalau mau nyobain model AI buat bantu coding, kamu bisa cek Classai Router. Ada beberapa model yang emang kuat buat tugas coding, kayak Kimi K2.7 Code (Rp3.700 / Rp6.000 per 1 juta token input/output) atau Claude Sonnet 5.5 (Rp6.400 / Rp32.100 per 1 juta token). Tinggal ganti satu string model, nggak perlu ubah kode lain.

ModelPenyediaHarga input/output per 1 juta token
Kimi K2.7 CodeMoonshot AIRp3.700 / Rp6.000
Claude Sonnet 5.5AnthropicRp6.400 / Rp32.100
DeepSeek V4 ProDeepSeekRp2.000 / Rp4.000
GLM 5.3Zhipu GLMRp2.500 / Rp3.500

Kalau kamu developer yang mau coba prompt buat bantu nulis skrip testing kayak yang mungkin dibutuhin studio game, ini contohnya:

Prompt siap pakai
Kamu adalah asisten developer game. Tulis unit test sederhana untuk fungsi [nama fungsi] yang bertugas [deskripsi fungsi singkat]. Gunakan bahasa [bahasa programming], sertakan minimal 3 skenario test: kasus normal, kasus edge case, dan kasus error handling.

Sumber & referensi

  1. 01

Artikel ini ditulis ulang oleh Tim Classai dengan bantuan AI berdasarkan sumber di atas — bukan terjemahan. Ada yang keliru? Kabari kami di halo@classai.id.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu RE Engine milik Capcom?

RE Engine adalah engine game buatan Capcom yang dipakai buat bikin Resident Evil, Pragmata, dan beberapa game Capcom lain. Capcom lagi nyiapin rencana buat ngembangin engine ini jadi lebih terintegrasi sama AI di proses development-nya.

Apakah Capcom bakal pakai AI-generated assets di game mereka?

Nggak. Capcom udah bilang dengan tegas kalau mereka nggak akan pakai AI-generated assets di game-nya. Fokus mereka cuma di efisiensi proses development, bukan ganti aset kreatif yang dikerjain manusia.

Siapa yang mengumumkan rencana AI Capcom ini?

Programmer Capcom bernama Satoshi Ishida yang ngasih presentasi soal ini di acara Capcom Open Conference RE: 2026. Dia ngomongin rencana integrasi AI ke development workflow dan masa depan RE Engine.

Kapan Capcom ngumumin rencana AI di RE Engine?

Pengumuman ini disampaikan di Capcom Open Conference RE: 2026, dan dilaporkan ulang oleh The Verge pada 3 Oktober 2026. Capcom belum ngasih timeline pasti kapan perubahan ini bakal rampung.

Apa artinya 'AI-generation game engine' yang disebut Capcom?

Ini istilah yang dipakai programmer Capcom Satoshi Ishida buat gambarin arah pengembangan RE Engine ke depan, di mana AI makin terintegrasi ke proses kerja developer secara bertahap. Capcom sendiri bilang perubahan ini bakal dilakuin pelan-pelan, bukan langsung sekaligus.

Luthfi

Classai Weekly

dari Luthfi · Setiap Senin, 06.30 WIB

Nggak sempat ngikutin berita AI? Biar aku yang rangkumin tiap Senin.

  • 5 berita AI paling penting minggu ini — udah disaring, nggak perlu baca puluhan situs
  • Kenapa itu penting buat kamu — plus opini jujur Luthfi soal arahnya
  • 1 prompt siap pakai yang bisa langsung dicoba
  • Pilihan kelas & model AI minggu ini — kadang ada promo khusus pelanggan

Dengan mengirim, kamu setuju menerima email dari Classai sesuai Kebijakan Privasi. Bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Lihat contoh edisi

Bermanfaat? Bagikan ke tim atau temanmu.

Langkah berikutnya

Sudah paham teorinya. Sekarang praktikkan.

Daftar, isi saldo mulai puluhan ribu rupiah, dan panggil model AI pilihanmu dari kode yang sudah ada.

Ditulis oleh

Tim Engineering Classai

Pengembang Classai Router

Tim Engineering Classai membangun dan menjalankan Classai Router, gateway API AI yang kompatibel dengan format OpenAI dan Anthropic. Kami menulis panduan teknis dari pengalaman mengoperasikan API AI setiap hari.

Baca juga

Artikel terkait

Semua Bisnis